JABAR EKSPRES, BANDUNG – Masyarakat Kota Bandung tengah heboh dengan adanya aktivitas sekelompok orang di Wilayah Gegerkalong, Kota Bandung, Jawa Barat, yang diduga mengajarkan aliran sesaat pada saat perayaan malam Asyura atau 10 muharram kemarin.
Menanggapi adanya hal itu, pihak kepolisan melalui Polsek Sukasari menjelaskan bahwa aktivitas dari sekelompok orang yang diduga mengajarkan aliran sesat tersebut, merupakan sebuah kegiatan komunitas budaya.
“Nah yang jadi masalah, itu mereka melakukan kebudayaan di masjid, jadi ada kelompok lain yang kurang sependapat, dan mereka minta supaya kegiatan itu dihentikan. Jadi mereka tidak setuju ada kegiatan kebudayaan dilakukan di masjid,” katanya
Baca Juga:Polemik Ponpes Al-Zaytun: Penyidik Siap Gelar Perkara, Bila Dua Anak Panji Mangkir!Toyota Indonesia Siap Ekspor 139.581 Kendaraan!
Darmawan juga tak menampik, jika aktivitas kebudayaan tersebut menyatu dengan kegiatan keagamaan muslim Syiah. “Memang salah satu ada kegiatan Syiah. Jadi, kelompok PPNKRI ini kurang setuju terhadap kegiatan tersebut yang seakan-akan membantu kegiatan kabuyutan (kelompok kebudayaan),” ungkapnya.
Sehingga dengan adanya hal ini, Darmawan menuturkan, pihak kepolisian akan terus melakukan konsolidasi dengan keduabelahpihak guna mengetahui kegiatan tersebut secara pasti.
“Kami selalu melakukan konsolidasi baik terhadap kelompok syiah, kabuyutan melakukan edukasi supaya ke depan kegiatan dilakukan secara sesuai dengan aturan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat (Jabar) meyebut adanya satu keluarga di Wilayah Gegerkalong Kota Bandung yang diduga terafiliasi aliran sesat Syiah.
Namun, untuk aktivitas dalam perayaan malam Asyura kemarin, Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar mengaku, belum mengetahui secara pasti terkait dengan kegiatan yang dilalukan oleh sekolompok orang tersebut.
“Memang Gegerkalong ada komunitas Syiah tapi sedikit hanya satu keluarga kalau tidak salah. Tapi mereka sering mengundang komunitas dari luar, kemudian melakukan kegiatan disitu. Tapi saya sendiri masih belum jelas tentang peristiwa di Gegerkalong itu,” tukasnya saat ditemui di Kantor MUI Jabar, Kota Bandung pada Senin, 31 Juli 2023 kemarin. (San)
