JABAR EKSPRES – Tren kesehatan terbaru yang sedang ramai di perbincangkan di media sosial adalah “Ice Hack Diet.” Konsep diet ini mengklaim dapat membantu menurunkan berat badan tanpa perlu repot-repot berolahraga atau mengubah pola makan. Tetapi klaim menarik ini tidak luput dari sorotan skeptis, terutama dari para ahli kesehatan yang turut merespons fenomena ini dengan beragam pendapat.
Setelah mengonsumsi air dingin, mereka akan menggunakan suplemen penurun berat badan yang di kenal sebagai Alpilean. Suplemen ini terdiri dari enam senyawa, dua di antaranya adalah jahe dan kunyit, yang memang telah diketahui memiliki manfaat kesehatan yang aman. Sayangnya, keamanan empat senyawa lainnya belum di dukung dengan data atau penelitian yang memadai.
Ahli gizi Mayo Clinic, Kate Zeratsky, menjelaskan bahwa diet ini bekerja berdasarkan pengaruh suhu tubuh terhadap energi yang di butuhkan untuk mempertahankan suhu inti tubuh. Dalam filosofi Ice Hack Diet, suhu tubuh yang di turunkan ini di harapkan akan berkontribusi pada penurunan berat badan, ketika di kombinasikan dengan asupan suplemen.
Baca Juga:Tersandung Kasus Suap Miliaran Rupiah, Berikut Harta Kekayaan Kepala Basarnas Henri AlfiandiTribrata Putra Anak Pasangan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Lulus Akpol 2023
Namun, para ahli memberikan peringatan akan bahaya yang terkait dengan Ice Hack Diet ini. Salah satu perhatian utama adalah konsumsi suplemen yang belum teruji keamanannya. Di ketahui bahwa kualitas, kemurnian, dosis yang tepat, dan kontaminasi potensial menjadi masalah serius karena produk ini tidak di atur dengan ketat.
