Ukraina Sebut Sudah Rebut Kembali Wilayah Dekat Bakhmut

JABAR EKSPRES- Ukraina mengumumkan bahwa pasukannya telah berhasil merebut kembali wilayah seluas empat kilometer persegi yang menuju Bakhmut, di wilayah timur Donetsk.

“Dalam satu minggu terakhir, wilayah seluas empat kilometer persegi menuju Bakhmut telah berhasil direbut kembali. Secara keseluruhan, selama serangan ke arah tersebut, wilayah yang berhasil dibebaskan mencapai 35 kilometer persegi,” kata Wakil Menteri Pertahanan Ukraina, Hanna Maliar, dalam sebuah pernyataan di Telegram pada hari Senin.

Maliar menyatakan bahwa pasukan Ukraina telah melancarkan serangan sukses di sisi selatan Bakhmut selama seminggu terakhir, dan mereka terus maju di wilayah tersebut secara bertahap dan dengan keyakinan.

Baca juga: Putin Klaim Serangan Ukraina ke Rusia Telah Gagal

Lebih lanjut, dia mengklaim bahwa pertempuran utama berlangsung di sekitar permukiman Klishchiivka, Andriivka, dan Kurdimivka.

“Muskab Rusia terus berusaha untuk mengarahkan upaya utamanya ke arah Kupiansk, Lyman, Bakhmut, Avdiivka, dan Marinka—pertempuran yang sengit terus berlanjut,” ucap Maliar.

Dia menyebutkan bahwa Rusia secara aktif melakukan serangan ke arah Kupiansk dengan tujuan mendorong pasukan Ukraina melampaui garis pertahanan di Sungai Oskil.

Baca juga: Tragedi dalam Konflik: Jurnalis Perang Rusia Tewas Akibat Serangan di Ukraina

Tak hanya itu, dia juga mengklaim bahwa Rusia berupaya mengusir pasukan Ukraina dari kawasan hutan dekat Desa Serebrianka menuju Lyman, dan melakukan serangan yang tidak berhasil di sebelah timur permukiman Torske.

Di garis depan selatan, Maliar menyatakan bahwa pasukan Ukraina terus melanjutkan serangan menuju Melitopol dan Berdiansk di wilayah Zaporizhzhia.

“Selama seminggu, sebagai hasil dari aksi ofensif di wilayah selatan, wilayah yang berhasil dibebaskan bertambah sebesar 12,7 kilometer persegi. Secara keseluruhan, wilayah yang berhasil dibebaskan di wilayah selatan mencapai 192,1 kilometer persegi,” tambahnya.

Sampai saat ini, pihak Rusia belum memberikan komentar atas klaim Ukraina, dan hal tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen karena situasi perang yang masih berlangsung.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan