JABAR EKSPRES – Sejumlah warga Garut, Jawa Barat menjadi korban pencatutan pinjaman uang dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Bahkan mereka protes kepada pihak Kepolisian Resor Garut karena merasa telah dirugikan.
Menanggapi kasus banyaknya warga Garut yang menjadi korban pencatutan pinjaman uang dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Kepolisian Resor Garut pun membuka posko pengaduan bagi masyarakat Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Lebih lanjut, Rohman Yonki menuturkan bahwa aparat kepolisian sudah mendapatkan informasi adanya ratusan warga di Desa Sukabakti yang terjerat pinjaman uang fiktif dari lembaga pembiayaan PNM.
Baca Juga:Dalami Dugaan Skema Ponzi Aplikasi Jombingo, Polisi Koordinasi dengan KemendagPeredaran Uang Palsu Senilai Rp15 Triliun Berhasil Digagalkan Polisi, Pelaku Berhasil Diamankan
Sambil menunggu pengaduan, ia juga mengatakan jajarannya tetap berupaya melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah pasti korban yang dirugikan oleh pinjaman fiktif itu.
“Intinya ini masih terus ada update setiap hari terkait dengan peristiwa ini. Namun, kami tetap memastikan bahwa situasi di sana tetap terjamin dalam hal keamanan dan ketertiban,” katanya memungkasi.
Sebelumnya, geger bahwa sejumlah warga Garut tiba-tiba memiliki utang hingga jutaan rupiah, padahal banyak dari mereka yang mengaku tidka pernah meminjam sejumlah uang. Namun rupanya, nama mereka justrui dicatut dalam pinjaman uang di PNM. Hingga kini kasus tersbeut tengah didalami oleh kepolisian setempat. (*)
