JABAR EKSPRES – Tersangka HA (37) pelaku pembunuhan kepada sopir taksi online EYD (28) ternyata terlilit masalah ekonomi.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan motif pelaku melakukan pembunuhan didasari faktor ekonomi.
“Pelaku ingin menguasai kendaraan korban untuk dijual karena pelaku membutuhkan uang untuk biaya sekolah anak dari pelaku,” katanya.
Baca Juga:Terungkap! Kronologis Pembunuhan di Kabupaten Bandung, Modus Pesan Taksi hingga Beri RacunTak Miliki Kursi dan Meja, Siswa SD Negeri di Bandung Barat Terpaksa Belajar di Lantai Beralas Karpet
Sehingga lanjut Kusworo, pelaku sempat memberikan racun kepada korban dan langsung membuangnya di kawasan Kertasari, Kabupaten Bandung.
“Dan membuang korban di Kampung Joglo, Desa Resmitinggal, Kertasari, Kabupaten Bandung dan langsung bertemu dengan BU (24) yang sudah melakukan tawar menawar di Facebook dengan pelaku,” jelasnya.
Setelah berhasil melakukan transaksi itu, tersangka HA pun langsung kabur, kemudian kepolisian berhasil melakukan penyelidikan atas penemuan mayat di kawasan Kertasari, Kabupaten Bandung.
“Tersangka HA pun berhasil kami amankan di Daerah Malangbong Kabupaten Garut pada hari Senin, 17 Juli 2023,” jelasnya.
Selain itu kepolisian pun berhasil menangkal Budi yang juga telah melakukan tukar tambah mobil hasil jarahan tersangka dengan miliknya.
“Selain menangkap tersangka, kamu juga menangkap BU orang yang membeli atau tukar tambah mobil hasil jarahan tersangka dengan miliknya. Bu sendiri menukarkan mobilnya Honda Jazz dengan jarahan tersangka berupa Veloz,” terangnya.
