JABAR EKSPRES – Lebih dari 500 orang telah dievakuasi setelah gelombang panas Cerberus dan Charon menyebabkan terjadinya kebakaran besar di Spanyol.
Dua gelombang panas, yaitu Cerberus dan Charon, secara bergantian melanda Eropa Selatan, menciptakan situasi yang sangat ekstrem.
Ini merupakan krisis alam pertama yang terjadi setelah letusan gunung berapi pada tahun 2021.
Baca Juga:Meksiko Bakal Usut Tuntas Penembakan yang Menewaskan seorang Wartawan di Kota Wisata AcapulcoSurya Paloh Wanti-Wanti KPU untuk Selenggarakan Pemilu 2024 yang Netral
Pada tanggal 16 Juli 2023, kebakaran pertama kali terjadi di El Pinar de Puntagorda di Canary, sebuah daerah hutan di bagian utara pulau.
Sebanyak 11 rumah telah terbakar dan luas lahan yang telah terbakar mencapai 346 hektar.
Lebih dari 500 orang harus dievakuasi sebagai akibatnya. Tidak hanya Spanyol, tetapi berbagai wilayah juga sedang mengalami gelombang panas saat ini.
Pihak berwenang kesehatan telah mengeluarkan peringatan tingkat merah untuk 10 kota di Italia, termasuk Roma, Florence, dan Bologna.
Sebuah insiden yang memprihatinkan terjadi di Italia utara, di mana seorang pria meninggal akibat gelombang panas yang dikenal sebagai Cerberus.
Ini dapat terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem, seperti kombinasi angin kering, tekanan tinggi, dan matahari yang terik.
Gelombang panas alam dapat menyebabkan suhu udara naik secara drastis, melebihi suhu normal di daerah tersebut, dan bertahan selama beberapa hari hingga berminggu-minggu.
