JABAR EKSPRES – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), tercatat sebanyak 304 kasus dengan 2 di antaranya meninggal dunia.
Plh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Tedy Sulaksana mengatakan, jumlah tersebut merupakan catatan kasus DBD sejak Januari hingga Juni 2020.
“Warga Jayagiri laki-laki dengan usia 40 tahun, sementara warga Cipeundeuy seorang anak-anak dengan usia rata-rata 5-14 tahun,” ungkapnya.
Baca Juga:Momen Bahagia Pedagang Pasar Cihapit Bandung Bertemu Presiden JokowiJaga Sejarah Kota Bandung, Disarpus Lakukan Penelusuran Tokoh dan Naskah Kuno
Meski begitu, Tedy mengklaim, tren kasus DBD pada 2023 cenderung mengalami penurunan dibandingkan dua tahun sebelumnya. Sepanjang 2021, Dinkes Bandung Barat mencatat ada 419 warga di wilayahnya yang terkena DBD dengan kasus kematian 8 orang. Sementara pada 2022 tercatat ada 1313 dengan kasus kematian 19 orang.
“2023 terbilang menurun, itu dilihat dari epidemiologi Incident Rate dan Case Fatality Rate (CFR) yang merupakan indikator kejadian DBD,” katanya.]
Tedy menjelaskan, dari data kasus 3 tahun terakhir, wilayah seperti Padalarang, Batujajar, Cihampelas, Cililin merupakan daerah endemisitas. Hal itu dilihat dari data kasus yang mana hampir setiap tahun terdapat kasus DBD.
“Untuk deteksi faktor endemisitas DBD digunakan data proporsi penggunaan lahan permukiman, angka bebas jentik (ABJ), dan kepadatan penduduk,” kata Tedy.
Kasus DBD ini bisa ditekan dengan partisipasi masyarakat yang aktif ikut dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara berperilaku menerapkan prinsip 3M plus.
