Waspada Tiga Modus Penipuan Saat Libur Panjang, Jangan Sampai Terkecoh!

JABAR EKSPRES – Ketika banyak orang merencanakan perjalanan ke destinasi wisata bersama keluarga dan teman selama musim liburan, penting untuk diketahui bahwa modus para penipu dapat memanfaatkan waktu ini.

Para peneliti Kaspersky telah mengamati bahwa para penipu memanfaatkan pengguna yang tidak waspada. Ada tiga penipuan umum yang digunakan untuk memikat korban.

BACA JUGA : Gmail yang Tidak Aktif Akan Dihapus Google, Ikuti Langkah di Sini agar Tidak Hilang

1. Penipuan Tiket

Para ahli Kaspersky telah menemukan banyak situs web penipuan yang mengklaim menawarkan tiket pesawat murah.

Laman-laman phishing yang dibuat dengan baik ini sering kali meniru layanan maskapai penerbangan dan agregator tiket terkenal. Beberapa bahkan menampilkan detail penerbangan yang sebenarnya.

Namun, penipuan ini bertujuan untuk mencuri uang dan menyalahgunakan informasi pribadi untuk tujuan jahat, bukan memberikan tiket yang dijanjikan.

2. Penipuan Akomodasi

Salah satu penipuan akomodasi yang paling umum adalah pendaftaran online palsu untuk menyewa akomodasi atau apartemen.

Para penipu online membuat iklan yang menarik di platform populer, menampilkan foto-foto terbaik dan menawarkan harga murah untuk memikat para pelancong.

Namun, setelah dipesan dan dibayar, properti tersebut ternyata palsu. Para penipu juga membuat situs web palsu yang meniru platform pemesanan hotel yang sah. Situs web ini sering kali meminta pengguna untuk masuk melalui Facebook atau Google.

Hal ini memberikan akses tidak sah kepada penipu ke akun media sosial dan email korban. Hal ini dapat menyebabkan pencurian identitas, transaksi penipuan, dan aktivitas berbahaya lainnya.

BACA JUGA : Bahaya Kolesterol di Wajah, Berikut Gejala yang Perlu Diwaspadai

3. Survei dan Penipuan Iklan

Penipu online membuat situs web pacar palsu atau mengirim email yang mengklaim bahwa ikut serta dalam survei terkait perjalanan dapat memenangkan hadiah besar.

Tujuan survei adalah untuk mengumpulkan informasi pribadi seperti nama, alamat, nomor telepon, dan bahkan informasi keuangan dengan kedok persyaratan kelayakan atau hadiah.

Selain itu, jajak pendapat biasanya diakhiri dengan permintaan untuk dapat membagikan ulang halaman tersebut dengan teman-teman kamu dan menerima hadiah.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan