Mengenal Fenomena Aphelion, BMKG Sebut Suhu di Indonesia Lebih Dingin Meski Musim Kemarau

Ilustrasi. BMKG mengatakan jarak antara bumi dengan matahari berada dalam titik terjauh, ketika periode revolusi atau Aphelion. (Istimewa)
Ilustrasi. BMKG mengatakan jarak antara bumi dengan matahari berada dalam titik terjauh, ketika periode revolusi atau Aphelion. (Istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan terkait kondisi cuaca dingin di Indonesia saat ini. Berdasarkan keterangan BMKG, jarak antara bumi dengan matahari berada dalam titik terjauh, ketika periode revolusi atau Aphelion.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu menyampaikan, beredar kabar bahwa ketika berada di titik Aphelion, cuaca di bumi akan cenderung lebih dingin dibanding periode lainnya.

“Saat Aphelion, posisi matahari memang berada pada titik jarak terjauh dari bumi. Tapi, kondisi tersebut tidak berpengaruh banyak pada fenomena atmosfer atau cuaca di permukaan bumi,” jelas Ayu, sapaan akrab Teguh Rahayu.

Baca Juga:Limbah PT Sansan Saudaratex Jaya Diduga Bocor, DLH Kota Cimahi Turun TanganJembatan Cikereteg, Bogor Ditutup Total! Perjalanan Kaki Bisa Melintas Jalur Alternatif Ini

Perihelion adalah titik orbit Bumi yang paling dekat dengan Matahari. Ini selalu terjadi pada awal Januari sekitar dua minggu setelah titik balik matahari Desember.

Melansir dari NASA Science, jarak terdekat bumi dan matahari yakni 147,5 juta kilometer, disebut juga dengan istilah atau fenomena Perihelion. Adapun jarak terjauh antara bumi dengan matahari adalah 152,6 juta kilometer, yang mana fenomena saat ini terjadi, yakni disebut sebagai Aphelion.

0 Komentar