Buntut Polemik Al-Zaytun, Kemenag Jabar Segera Evaluasi Kurikulum Pembelajaran di Seluruh Ponpes

Ist. Plh. Kepala Kemenag Jabar, Ali Abdul Latief. Foto. Sandi Nugraha.
Ist. Plh. Kepala Kemenag Jabar, Ali Abdul Latief. Foto. Sandi Nugraha.
0 Komentar

JABAR EKSPRES  – Buntut adanya dugaan ajaran penyimpangan yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Al-Zaytun, Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat (Kemenag)  mengaku akan segera mengevaluasi kurikulum pembelajaran yang selama ini telah diterapkan.

Bahkan, menurut Pelaksanaan harian (Plh) Kepala Kemenag Jabar, Ali Abdul Latief evaluasi kurikulum juga akan dilakukan di seluruh Ponpes di Jawa Barat.

“Kurikulum yang dibangun dari Kemenag itu tentunya ada fiqih, misalnya salah satu dari pelajaran fiqih itu tentang pelaksanaan ibadah, apakah sesuai kurikulum atau tidak. Nah lalau memang ada hal seperti itu (seperti Al-Zaytun), itu  akan menjadi kajian kita semacam proses yang sekarang ramai soal adzan, soal praktek ibadah, itu sesuai tidak, Nah itu kita akan lihat,” lanjutnya.

Baca Juga:Adanya Mindset Sekolah Favorit Jadi Kendala Terciptanya PPDB SehatMengenal Sport Tourism Lewat Ajang Fornas VII 2023 di Jawa Barat

Sebelumnya, Kemenag Jabar akan terus memastikan nasib pendidikan di Ponpes Al-Zaytun.

“Jadi Kementerian agama (Kemenag) yang menjadi tanggung jawab di bidang pendidikan. Nah prinsipnya bahwa pembelajaran itu tidak boleh berhenti. Yang kedua tidak boleh merugikan anak didik atau santri (di Al-Zaytun),” tutur Ali.

0 Komentar