JABAR EKSPRES – Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi mengatakan bahwa pihaknya belum berhasil menemukan black box pesawat Semuwa Aviasi Mandiri (SAM) Air. Meskipun demikian ia mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan pencarian.
Sebagai informasi, black box merupakan benda krusial pada pesawat dan bisa memberikan petunjuk jika ada pasalah dalam pesawat, termasuk pada pesawat SAM Air.
Seperti diketahui bahwa pesawat SAM Air dilaporkan jatuh di wilayah hutan Kabupaten Yalimo, Papua. Peristiwa itu pun menewaskan sejumlah korban.
Baca Juga:Ditabrak Honda Brio, Pengendara Motor Alami Luka dan Mobil Pick Up Material Masuk Parit di Jalan Juanda Kota DepokJelang Hari Raya Idul Adha 1444 H, DLHK Kota Depok Larang Limbah Hewan Kurban Dibuang Ke Badan Air
Lebih lanjut, Henri Alfiandi menjelaskan bahwa kondisi pesawat yang jatuh itu dalam keadaan hancur dan hangus, serta hanya menyisakan bagian ekor dari pesawat SAM Air.
“Gambaran pesawat hancur dan hangus dari depan sampai belakang menyisakan bagian ekor yang tersangkut di cabang pohon,” katanya, melanjutkan.
Selanjutnya, ia pun membeberkan kondiai pasa bagian lain pesawat SAM Air tersebut setelah jatuh.
“Sementara untuk puing badan pesawat tertahan pada longsoran, sisi kiri atau kanan pesawat adalah jurang terjal,” lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya, Tim SAR TNI Gabungan berhasil mengangkat seluruh korban musibah pesawat SAM Air di Puncak Pegunungan Papua, dengan menggunakan Helly Caracal TNI AU.
Demikian disampaikan Kapuspen TNI Laksda TNI Julius Widjojono melalui keterangan tertulis pada Selasa, 27 Juni 2023.
Adapun enam personel tim evakuasi terdiri dari tiga personel Kopasgat dan tiga personel Basarnas.
Baca Juga:Sayangkan Langkah Dewas Serahkan Kasus Pelecehan ke Inspektorat, Eks Penyidik KPK: Ketawa Saja lah, Mau Berharap Apa?Geger Kasus Pelecehan di KPK, Eks Penyidik Komentari Langkah Dewas: Ngasih Sanksi Sedang Bukan Berat
Mereka dilaporkan telah berhasil mengangkat korban dengan rappeling dari Helicopter Caracal.
“Enam personel tim evakuasi yang terdiri dari tiga personel Kopasgat dan tiga personel Basarnas telah berhasil mengangkat korban dengan cara rappeling dari Helicopter Caracal,” kata Julius.
