Masih Penasaran? Berikut 7 Alasan Kamu Wajib Nonton Film Khas Minang “Onde Mande!”

7 Alasan Kamu Wajib Nonton Film Khas Minang “Onde Mande!”
Foto: @ondemandefilm
0 Komentar

JABAR EKSPRES —  Film “Onde Mande” sudah mulai tayang pada hari Kamis, 22 Juni 2023 di seluruh bisokop Indonesia persembahan Visinema yang bekerja sama dengan Gandrvng Films dan Visionari Capital siap menghibur para pecinta film.

Demi bisa mendapatkan uang itu, warga desa mencoba untuk menyiasati perusahaan sabun dengan menyusun rencana yang penuh pro dan kontra.

Bukan karena keserakahan, hadiah tersebut rencananya akan digunakan untuk tujuan yang mulia, yaitu membangun desa demi kesejahteraan bersama seperti pesan terakhir Angku Wan.

Baca Juga:Ajakin Adik Nonton Biar Gak Berantem Terus! Jadwal Film The Flash Hari Ini di CGV BandungNonton Bareng di Hari Weekend! Jadwal Film Transformers: Rise Of The Beasts Hari ini di CGV Jakarta

Berikut 7 Alasan dan fakta-fakta menarik dari film “Onde Mande!” karya sutradara Paul Fauzan Agusta:

  1. Menampilkan kebudayaan, kuliner dan panorama alam Sumatera Barat yang ciamik

Kentalnya budaya Minang yang disajikan pada film “Onde Mande!” tentunya mencakup kuliner hingga keindahan alam Sumatera Barat yang memikat.

Tidak hanya itu, film ini juga mengajak penonton lebih jauh untuk memahami prinsip hidup orang Minang, baik di kampung halaman hingga ke perantauan.

  1. Mendapat apresiasi dari Pemerintah

Unsur budaya lokal dan keindahan panorama alam Sumatera Barat yang diangkat dalam film “Onde Mande!” menuai apresiasi dan dukungan dari pemerintah pusat hingga daerah,

yakni Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang.

Bahkan film “Onde Mande!” juga menyedot perhatian para publik figur, tokoh adat Minang hingga komunitas-komunitas masyarakat Minangkabau.

  1. Keterlibatan kru dan aktor berdarah Minang

Film bertema Minang yang berlokasi syuting di tepi Danau Maninjau, Sumatera Barat ini ternyata juga melibatkan banyak orang keturunan maupun asli Minang dalam proses produksinya.

0 Komentar