JABAR EKSPRES – Jumlah hewan kurban di Jawa Barat (Jabar) diprediksi akan alami peningkatan pada Hari Raya Idul Adha tahun ini.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar kini secara resmi telah melepas tim monitoring hewan kurban di 27 Kabupaten Kota demi memastikan kesehatan hewan kurban tetap terjamin,
“Kami telah melepas tim monitoring hewan kurban di 27 kota kabupaten untuk memastikan jual beli berlangsung dengan baik, halal, tidak ada hal-hal negatif, dan tentunya hewan yang disembelih adalah hewan sehat sesuai syariat,” ucap Gubernur Jabar, Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (22/6).
Baca Juga:BHPRD Tak Kunjung Cair, Respons Kadis DPMD Kabupaten Bogor: Tunggu Rekomendasi KemendagriTok! KPU Kota Bogor Tetapkan 800.181 DPT untuk Pemilu 2024
“Jadi saya ucapkan terima kasih kepada tim yang akan bekerja sampai hari H (Idul Adha) di hari tasyrik. Dan mudah-mudahan seterusnya setiap tahun ada peningkatan terkait kurban di Jawa Barat, imbuhnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar, Arifin Soedjayana menyebut sekitar 4000 petugas yang akan turun kelapangan dalam pelepasan tim monitoring ini.
“Jadi ada di 27 kabupaten kota dan ada sekitar 4000 an (petugas) yang akan turun kelapangan mulai dari asosiasi, dokter hewan, fakultas peternakan, dan asosiasi Juleha (juru sembelih hewan), itu mereka sama turun,” ucapnya.
Meski begitu, Arifin mengungk tim monitoring dari Provinsi Jabar sifatnya hanya membantu. Sebab, masing-masing kabupaten kota telah memiliki petugas sendiri.
“Makanya petugas ini yang kita lepas hanya seremonial dan hanya 5 kabupaten kota saja. Karena kita hanya membantu dan monitoring saja,” pungkasnya.
