Kental Sejarah! Peneliti Literasi Budaya Sunda dan Sejarawan Sesalkan Perombakan Stasiun Cicalengka

JABAR EKSPRES – Desas-desus perkara PT KAI yang akan merombak Stasiun Cicalengka kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.

Gabungan Penggerak Literasi Kecamatan Cicalengka turut menyoroti hal tersebut.  Bahkan ia membuat petisi untuk mengumpulkan dukungan penolakan rencana perobohan Stasiun Cicalengka.

“Jangan Hancurkan Stasiun Cicalengka yang Bersejarah!,” bunyi petisi yang dimulai sejak 17 Juni 2023.

Peneliti Literasi dan Budaya Sunda sekaligus Sejarawan Atep Kurnia mengungkap saat  diskusi dengan kawan-kawan, foto-foto Stasiun Cicalengka dalam rentan waktu hampir 100 tahun, dari tahun 1910-an sampai 1980 sudah diperlihatkan, menurutnya dilihat dari sisi Arsitektur Stasiun Cicalengka ini tidak banyak berubah.

“Itu jadi catatan saya, betapa sayang kalau misalkan itu sudah hampir seabad, sayang kalau dirobohkan. Itu dari sisi arsitekturnya,” ujar Atep saat dihubungi, Kamis (22/6/2023).

BACA JUGA: Tok! Hasil Sidang Pleno KPU Kabupaten Bandung, Segini Jumlah Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2024

Atep menambahkan jika KAI sendiri sempat menempatkan Stasiun Cicalengka sebagai bangunan Heritage dan hal itu bisa di lihat di laman Heritage KAI.

“Misalnya, Stasiun Cicalengka itu kentara sejak Raden Dewi Sartika kesitu, pasti pake Kereta Api tahun 1898 atau 1894. Kemudian Sastrawan Belanda namanya Edgar Du Perron itu pernah tinggal di Cicalengka karena waktu itu masa sekolah, dia menjadi seorang komuter jadi pulang pergi dari Cicalengka ke Bandung itu pale Kereta Api, pasti ke Stasiun Cicalengka dia sekolahnya di Bandung,” katanya.

 

Selain itu Atep menjelaskan sejarah Stasiun Cicalengka ini sangat kental, dimana pada tahun 1920 Edward Dawas Dekker atau Setiabudi dulu pernah ditangkap di Bandung.

 

“Jadi dia akan dibawa ke Semarang, tapi masa pendukungnya itu dia dibawa ke Cicalengka dulu di bawa ke Stasiun Cicalengka, dan menginap di penjara Cicalengka semalam,” jelasnya.

 

Tak kalah penting kata Atep Presiden pertama RI Soekarno ketika ditangkap di Yogyakarta pada 1929 dibawa dari Jogja itu menggunakan kereta ke Stasiun Cicalengka.

 

“Soekarno itu diturunkan di sana, kemudian diangkut pake mobil ke Bandung,” ungkapnya.

 

Selain itu Ada lagi, kata Atep Ir H Djuanda ketika masih sekolah sebelum kuliah di ITB, itu pernah juga tinggal di Cicalengka, karena ayahnya seorang guru sekolah dasar di Cicalengka.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan