JABAR EKSPRES- Pada Rabu pagi, sirene dan peringatan darurat evakuasi dikirim melalui telepon seluler, sehingga membuat warga Seoul Korea Selatan panik. Hal ini terjadi setelah Korea Utara mencoba meluncurkan apa yang diklaimnya sebagai satelit.
Peluncuran satelit keenam dari Korea Utara berakhir gagal ketika roket yang membawa satelit tersebut jatuh ke laut. Upaya peluncuran satelit ini memicu dikeluarkannya peringatan darurat dan evakuasi di beberapa kota di Korea Selatan dan Jepang.
Salah seorang warga, Lee Juyeon (33), yang memiliki seorang anak berusia 9 bulan, mengatakan, “Saya sangat panik. Saluran 911 sibuk dan internet lambat. Jadi tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, saya berencana pergi ke ruang bawah tanah dengan membawa bayi saya.”
Baca Juga:Cek di Sini Harga Redmi Note 12 Pro dan SpesifikasinyaMobil New Civic Type R Bisa Dipesan Juli 2024, Ini Harganya!
Sirene mulai berbunyi di Seoul pada pukul 6.32 pagi waktu setempat ketika kota tersebut mengirimkan peringatan melalui pesan singkat kepada warganya untuk mempersiapkan kemungkinan evakuasi. Sekitar 10 menit kemudian, pesan kedua dikirimkan untuk mengklarifikasi bahwa pesan sebelumnya adalah kesalahan, menurut Kementerian Dalam Negeri Korea Selatan.
Lee membatalkan rencananya untuk mengungsi setelah melihat berita utama di televisi yang menyebutkan bahwa peringatan tersebut terkait peluncuran roket Korea Utara yang ternyata terbang lebih jauh ke selatan. Namun, dia menunjukkan foto-foto temannya yang sedang sibuk mengemas tas dan bersiap untuk menyelamatkan diri.
Penduduk Seoul terbiasa hidup dengan ancaman tetangga mereka yang memiliki senjata nuklir. Perang antara Korea Selatan dan Korea Utara secara resmi belum berakhir setelah 70 tahun Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata, bukan kesepakatan damai.
Beberapa pekerja kantoran di pusat Seoul mengatakan bahwa selama perjalanan mereka, mereka mempertimbangkan bagaimana menanggapi peringatan tersebut, seperti menarik uang tunai atau menimbun air.
Kim Jong-hyun (48), yang sedang dalam perjalanan ke tempat kerja setelah mengantar anaknya ke sekolah, mengatakan, “Saya mengerti bahwa itu adalah kesalahan, tetapi pesan peringatan seharusnya menjelaskan apa yang terjadi dan memberitahu tempat evakuasi.”
Wali Kota Seoul, Oh Se-hoon, telah meminta maaf atas kebingungan yang terjadi. Menurutnya, peringatan tersebut dikirimkan sebagai tindakan pencegahan untuk keselamatan publik. Dia mengatakan pemerintah Seoul akan memperbaiki isi pesan pada peringatan berikutnya.
