Yadea G6 memiliki lampu depan dan belakang LED yang unik, serta instrument cluster digital berwarna dengan informasi yang lengkap dan mudah di baca.
Rem depan dan belakang di lengkapi dengan cakram, dan ban yang lebar. Dengan ukuran 90/90 di depan dan 100/80 di belakang, yang di pasakan pada pelek 12 inci.
Meskipun Yadea G6 memiliki beberapa fitur menarik, terdapat beberapa hal yang agak janggal.
Baca Juga:Rakata Motorcycle Menggebrak Ibu Kota dengan Motor Listrik Terbaru 2023Selis Agats, Motor Listrik Ramah Lingkungan dengan Performa Impresif dan Fitur Lengkap
Salah satunya adalah tinggi dek kaki yang cukup tinggi. Bagi pengendara yang terbiasa dengan Honda Vario atau Yamaha Mio, posisi lutut mungkin akan sedikit tidak nyaman dan mungkin akan mengganggu manuver di kepadatan lalu lintas.
Namun, hal ini dapat di maklumi mengingat adanya baterai graphene 72V 38Ah yang tertanam di dalam dek.
Baterai graphene ini di klaim memiliki kemampuan lebih baik dalam menangkap dan menyebarkan energi. Jok motor ini cukup lebar dan tidak terlalu keras, sehingga dapat memberikan kenyamanan selama perjalanan sejauh 20-25 km.
Namun, hal ini perlu di uji secara lebih mendalam untuk memastikannya. Bagi pengendara dengan kaki panjang, perlu di waspadai bahwa posisi lutut yang tinggi dapat berpotensi bertemu dengan ujung stang, sehingga mungkin sedikit mengganggu manuver di kepadatan lalu lintas.
Salah satu fitur menarik dari Yadea G6 adalah sistem regenerasi energi yang di sebut TTFAR.
Fitur ini berfungsi saat melakukan deselerasi, di mana energi kinetik yang di hasilkan akan di ubah menjadi energi listrik untuk mengisi baterai.
