Hari meminta hari
Derita menagih sembuh
Bahagia memerangi luka
Rawayat pentas sementara
Kita ini kumpulan yang menunggu giliran
Waktu tersendat-sendat
Menunggangi tunggangan yang selamat
Berburu iba dari mereka yang katanya
Alih-alih menolong malah ikut menjerit
Kita ini sisa sisa yang dilupakan
Bisa jasad sudah pulang maka kenangan sebatas jemari
Ratapan sendu sekadarnya
Belakangan tinggal nama
Karya: DiksiAca
- Buah hati meilipir tenang, raut muka bukan main kemelitan.
“Ibu, apakah benar setiap suapan yang kau berikan kepadaku adalah nikmat?
Ibu, apakah sungguh setiap letup nafas ku yang menghentak adalah Rahmat?
Ibu, apakah nyata setiap taat yang melahirkan pertolongan tak diduga-duga adalah taqwa?
Ibu, bagaimana kalau soal kejujuran padaNya?
Apakah itu cinta?”
Baca Juga:Mau Malam Minggu? Ini Dia 4 Rekomendasi Cafe Instagramable di BandungJadi Ide Jualan! Cara Membuat Seblak Cobek Hanya Modal Rp15.800
Ibu menjawab dengan lega, “ Iya, bahkan yang membuat hati dan lisan mu bicara begitu, adalah taufik dariNya.”
Si buah hati tersenyum, dan berlari girang tak karuan.
