JABAR EKSPRES – Kasus korupsi Johnny G Plate masih menyita perhatian publik hingga saat ini.
Di satu sisi, kita sebentar lagi bakal memperingati Hari Kebangkitan Nasional, lebih tepatnya pada 20 Mei 2023. Sayangnya, hari peringatan itu berada dalam atmosfer kasus korupsi Johnny G Plate.
Kasus tindak pidana korupsi (tipikor) Johnny G Plate dan Harkitnas tentu merupakan semacam paradoks.
Baca Juga:Chris Martin Ternyata Hanya Makan Sekali dalam Sehari, Alasannya Mencengangkan!Kasus Korupsi Johnny G Plate, Anggaran Negara Dikorupsi 80 Persen hingga Proyek yang Terbengkalai!
Bagaimanapun, bagaimana bisa kita menjalankan tema hari peringatan itu, ‘Semangat untuk Bangkit’ sementara kasus korupsi justru seakan makin deras terjadi?
Dengan kata lain, korupsi memiliki dampak yang besar bagi perkembangan maupun pertumbuhan sebuah bangsa, dilansir dari Transparency International UK.
Transparency International UK menjelaskan bahwa praktik korup merupakan penyebab utama atas konflik-konflik mematikan dalam sebuah bangsa.
Selain itu, dampak paling mengerikan dari korupsi adalah melanggengkan kemiskinan, melanggengkan ketidaksetaraan, dan melanggengkan ketidakadilan.
Nah, mari kita sangkutkan persoalan-persoalan di atas itu dengan misi yang hendak dibawa oleh Hari Kebangkitan Nasional.
Berdasarkan Surat Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo RI) Nomor 241/M.KOMINFO/HM.04.01/05/2023, pemerintah telah mengusung tema ‘Semangat untuk Bangkit’ untuk Hari Kebangkitan Nasional tahun sekarang, dilansir dari situs resmi InfoPublik.
Jadi, Hari Kebangkitan Nasional yang ke-115 ini mencoba mengajak kita untuk menumbuhkan semangat dan kekuatan guna merengkuh masa depan Indonesia yang lebih cerah.
