Cukup minta jika butuh
Bukan babil keinginan semata
Sampai disini dulu ya
Aku mau lukis keseimbangan
Menjadi pionir diri sendiri
Salam untuk sang pencipta,
Dari aku Si biduk jalanan
Karya: DiksiAca
- Selama ini sibuk mengaduk-adukan pukulan
Repot mengerang perkara
Selalu merasa paling ambruk cedera diluka yang sama
Ber-pendapat diri ini siasat paling tinggi
Ber-paham sudah memecahkan jalan samapi terantuk jera
Memaki memekik ramai bahwa pribadi ini payah
Kadang jiwa tau diri itu kelamaan padam
Sebab akibat singgah karena kefasikkan
Kita selalu terburu-buru merumuskan Tuhan
Seakan-akan melulu mengatur qada & qadar
Pada hakekatnya bukan bab-bab kesulitan yang membuat raga ini binasa
Tapi was-was yang bersangga untuk penghuni dunia
Iya, siapa lagi kalua bukan makhluk-makhluk yang katanya superior
Siapa? Ya, Kita.
Makanya, besok besok hatinya disuruh bertatut dengan kreator semesta
Bisa jadi muslihat dan prakasa-mu selama ini hanyalah pamrih.
Oh….jadi wajar saja kalua batin tak pernah betul-betul waras….
Sepertinya sedikit menusuk
Ibu bilang, “hari ini kau senewen.”
Ya pastinya, karna dia hahahaha
Terbahak-bahak karena tak berdaya
Begitu adanya, saya bicara hati dengannya
Saya bilang, “saya bukan mereka, bukan para juara
Yang serba punya, dan palsu tiada tara. Lebih baik
Saya celaka tapi punya harga.”
Berkibarlah wahai bekasan kekasih
Menarilah dengan cinta mu yang baru
Saya tak apa sudah biasa
Sekali lagi terimakasih kesakitannya
Karya: DiksiAca
Itulah beberapa kumpulan puisi singkat karya DiksiAca yang penuh dengan makna, kamu bisa baca dan gunakan puisi singkat ini untuk orang-orang terkasih yang ada didekatmu.
