Gibran Rakabuming Minta Maaf ke Ganjar Pranowo

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka saat memberikan keterangan kepada wartawan di Solo, Selasa (4/4/2023). ANTARA/Aris Wasita
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka saat memberikan keterangan kepada wartawan di Solo, Selasa (4/4/2023). ANTARA/Aris Wasita
0 Komentar

BEDA pendapat menyoal gelara Piala Dunia (Pildun) U-20 antara Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menemui titik akhir.

Putra sulung Presiden Jokowi itu, pada akhirnya meminta maaf terkait perbedaan pendapat tersebut.

Permohonan maaf disampaikan Gibran Rakabuming, tatkala dirinya mengunjungi rumah dinas Ganjar, di Puri Gedeh, Semarang, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:Sambut Lebaran, Tiket KA Tanjungkarang-Kertapati Sudah Terjual 90 PersenBantu Ukraina Hadapi Rusia, Polandia Kirimkan Pesawat Tempur

“Yang jelas saya pertama minta maaf ke beliau karena beda pendapat,” kata Gibran saat ditemui wartawan di Solo, Selasa (4/4) melansir ANTARA.

Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang biasa. Bahkan, dikatakannya, Ganjar juga memberikan respon yang baik dan mendukung program-program yang akan dilakukan oleh Gibran Rakabuming.

“Intinya kemarin beda pendapat, saya mohon maaf, move on saja. (Gibran menyampaikan ke Ganjar) Ada event pengganti, (Ganjar menjawab) o ya ya,” katanya.

Sementara itu, dikatakannya, untuk ajang pengganti Piala Dunia U-20 sudah disiapkan. Meski demikian, ia belum ingin menyampaikan banyak.

Mengenai ajang pengganti Piala Dunia U-20 tersebut akan sekelas internasional. Meski tidak menjelaskan, ia tidak menampik ajang pengganti tersebut juga berupa kompetisi sepak bola.

“Ada event (ajang) pengganti sekelas U-20. Ada yang entertainment, ada yang kompetitif,” kata Gibran Rakabuming.

Bahkan, dikatakannya, khusus anggaran Piala Dunia U-20 akan tetap dipasang karena terpakai untuk kegiatan pengganti.

Baca Juga:Sejak Serangan Pertama Rusia, Sebanyak 501 Anak Tewas di UkrainaCek Harga Emas Antam Hari Ini, Harganya Tengah Naik Kembali

“(Jumlahnya) Sesuai rencana awal. Yang sudah terpasang untuk U-20 tetap ada. Sama seperti awal, tidak diubah. Intinya akan tetap terpakai kegiatan sekelas itu,” katanya.

Ia juga tidak merasa rugi ajang Piala Dunia U-20 batal digelar di Indonesia. Bahkan, ia berharap ajang-ajang pengganti tersebut akan mampu mengerek pertumbuhan ekonomi di Kota Solo.

0 Komentar