JABAR EKSPRES – Bulan Ramadhan telah memasuki minggu kedua. Ajakan bukber sudah mulai datang bertubi-tubi sehingga kesehatan keuangan pun menjadi terguncang. Tapi, apakah Budgeting Plan yang sudah disusun memungkinkan untuk mengikuti semua bukber atau tidak?

Pernah ga sih kamu berpikir, kenapa di saat Ramadhan pengeluaran malah membengkak? Padahal Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk kita berhemat karena tidak adanya uang yang keluar untuk kebutuhan di siang harinya.

Jika kamu tidak ingin terus menerus berada dalam situasi boros saat Ramadhan, kamu bisa mengikuti beberapa Budgeting Plan berikut ini.

BACA JUGA: Vidio Bagi-Bagi THR Hingga Ratusan Juta Rupiah Di Bulan Ramadhan, Yakin Ga Mau?

  1. Membuat Daftar Pengeluaran Puasa

Ada beberapa pengeluaran yang terlihat sepele, namun memiliki jumlah yang besar andai diakumulasikan. Contohnya sebagai berikut:

  • Terlalu banyaak mengikuti event bukber seperti teman kantor, kuliah, sekolah, dan lainnya.
  • Terlalu sering membeli takjil untuk buka puasa.
  • Tergiur dengan promo dan diskon bulan Ramadhan.
  • Membeli barang baru yang sebenarnya belum terlalu berguna untuk lebaran seperti baju baru, handphone, perhiasan, dan lainnya.
  • Mengirimkan parsel atau hampers kepada saudara, rekan, dan kolega.
  • Bagi-bagi THR

Dari beberapa contoh tersebut, kamu mulai atau sudah mengalami poin yang mana saja? Pengeluaran di atas merupakan hal yang wajar, tetapi tidak baik jika terlalu boros atau berlebihan. Oleh karena itu, kita perlu membuat skala prioritas untuk bulan Ramadhan ini.

BACA JUGA: Promo Nonton Film Di Cinepolis Bandung Selama Ramadhan, Grab It Fast!

  1. Atur Prioritas Budgeting

Kebutuhan primer, sekunder, dan tersier merupakan salah cara kita menentukan skala prioritas. Namun, skala prioritas yang dimiliki oleh setiap orang pasti berbeda-beda. Bahkan, untuk yang belum dan sudah berkeluarga saja pasti memiliki skala yang berbeda.

Agar kamu lebih hemat, kamu bisa mulai mengaturnya dengan memenuhi segala kebutuhan primer terlebih dahulu. Contohnya seperti biaya listrik, makan selama sebulan, pulsa, kosan, dan lain-lain. Setelah itu, barulah kamu masuk ke kebutuhan sekunder, lalu tersier.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan