DPRD Kota Bogor Dukung Penguatan Satgas Pelajar dalam Menekan Angka Kekerasan

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor, Devie Prihatini Sultani saat berpidato dalam rapat koordinasi lintas sektoral di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bogor. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor, Devie Prihatini Sultani saat berpidato dalam rapat koordinasi lintas sektoral di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bogor. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES –  Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor, Devie Prihatini Sultani mengatakan akan mendukung penguatan Satgas Pelajar Kota Bogor dari sisi anggaran.

Sebab keberadaan Satgas Pelajar dalam menekan angka kekerasan pelajar di Kota Bogor dianggap masih minim apresiasi.

Menurutnya, penguatan terhadap Satgas Pelajar merupakan tindakan preventif, sehingga hal ini harus dilakukan dengan maksimal, bukan hanya tindakan reaktif setelah terjadi kejadian kekerasan pelajar.

Baca Juga:Pemprov Jabar Siapkan 9 Juta Dosis Imunisasi PolioSemarak Ramadan! Pameran Mushaf Sundawi Siap Hadir di Masjid Pusdai Bandung

Dengan misi Kota Bogor Ramah Keluarga dan tujuan untuk menjadikan Kota Bogor Ramah Anak dengan tingkat nindya, maka perlu adanya penguatan terhadap tindakan preventif.

“Kami akan mendukung penuh Satgas Pelajar melalui fungsi kami di DPRD yaitu fungsi budgeting. Jadi kami harap saat rapat kerja nanti, pihak Disdik Kota Bogor akan mengajukan anggaran yang sesuai untuk keberlangsungan Satgas Pelajar,” katanya saat menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bogor, Rabu (29/3) Sore.

Dirinya menekankan perlu adanya kolaborasi dari aparat penegak hukum (APH) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terkait program yang bisa membantu menekan angka kekerasan pelajar.

Program yang dimiliki oleh APH Kota Bogor bisa dikolaborasikan  kedalam kurikulum belajar, dengan harapan agar edukasi yang diterima oleh pelajar tidak hanya mencari nilai untuk rapor, tetapi juga nilai dalam bermasyarakat.

“Seperti program jaksa masuk sekolah adalah hal yang perlu kita dukung dan kita kolaborasikan. Sehingga penyuluhan yang dilakukan oleh APH ke murid-murid bisa maksimal karena adanya dukungan semua pihak,” tuturnya.

Pihaknya juga mendorong, perlu adanya hukuman yang diberikan kepada para pelaku kekerasan pelajar agar mendapatkan efek jera.

“Meski mereka masih dibawah umur dan dilindungi oleh undang-undang, namun saya kira perlu diberikan hukuman sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku kekerasan,” sebutnya.

Baca Juga:Catherin Rumambo Mogot Ditemukan Tewas di Apartemen, UNIBI Sampaikan Duka CitaTagar FIFA Menggema di Twitter, Warganet Gerah Usai Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

“Karena perbuatan-perbuatan hal semacam ini (kekerasan pelajar, red) bukanlah perbuatan anak-anak, tapi lebih kepada tindakan kriminal,” imbuhnya.

Politisi Partai NasDem ini menilai semua elemen yang terkait harus sama-sama mendorong dan membantu agar kekerasan pelajar tidak lagi terjadi.

“Kegagalan kita adalah manakala ada murid sekolah kita yang melakukan tindakan-tindakan kriminal. Kita harus serius menangani hal-hal semacam ini karena kita negara hukum,” lirihnya.

0 Komentar