Jabar Ekspres – Maraknya aksi tawuran yang berujung pada tewasnya seorang pelajar menjadi perhatian serius jajaran DPRD Kota Bogor.
Anggota DPRD Kota Bogor, Devie Prihatini Sultani meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk turun tangan dan bersikap tegas terhadap pihak sekolah yang para siswanya terlibat dalam sejumlah kasus tawuran.
“Saya meminta kepada Mas Menteri Pendidikan untuk segera ambil tindakan bagi sekolah yang mana tidak mampu menjaga anak murid yang di titipkan di sekolah, untuk dididik baik secara agama maupun secara keilmuan, bahkan bila perlu copot kepala sekolahnya, kasih hukuman untuk sekolah tersebut,” ujarnya kepada JabarEkspres.com, Senin, 13 Maret 2023.
Baca Juga:Pagi Berawan, Siang? Cek Prakiraan Cuaca Bandung Hari ini, Selasa, 14 Maret 2023Terbaru! Klaim Sekarang, Kuota Gratis Telkomsel 1,5GB!
“Saat ini kewenangan pendidikan tingkat SMA dan sederajat ada di KCD (Kantor Cabang Dinas) Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, sehingga seolah-olah tidak mengindahkan jajaran penyelenggara Pemerintah Kota Bogor, karena begitu sulitnya kami berkomunikasi dengan KCD ini maupun kawan-kawan dinas pendidikan provinsi,” bebernya.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor ini menyayangkan pihak yang seharusnya ikut bertanggung jawab seolah saling menyalahkan, merasa sudah paling benar dalam menjalankan tugasnya.
Ia mendorong pihak kepolisian terlibat khusus dalam menangani kasus-kasus serupa yang melibatkan para kelompok pelajar tersebut, hingga memberikan efek jera terhadap para pelaku yang sudah melewati batas kewajaran.
