BANDUNG – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat meminta masyarakat khususnya yang sering mengkonsumsi unggas seperti ayam untuk tidak khawatir di tengah merebaknya kasus Avian Influenza (AI) atau flu burung.
Kepala bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKPP Jabar, Supriyanto mengatakan, virus flu burung ini tidak akan menular kepada manusia jika saat dikonsumsi dilakukan pengolahan dengan baik.
“Jadi virus ini kalau diolah dengan baik itu tidak akan terjadi apa-apa kepada manusia, dan tidak menular khususnya dari olahan. Jadi penyakit flu burung ini tidak mudah melakukan penularannya kepada manusia. Jadi masyarakat jangan terlalu khawatir khususnya jika mengkonsumsi olahan dari unggas seperti ayam,” ungkapnya saat dikonfirmasi Sabtu (4/3).
Baca Juga:Hanya Fokus Bangun Infrastruktur, Pemkot Bandung Dinilai Tak Becus Tangani LingkunganMarak Flu Burung, Kebun Binatang Bandung Minta Pengunjung Tak Usah Khawatir
Supriyanto menjelaskan, penularan virus flu burung kepada manusia memiliki proses yang sangat panjang.
“Itu sangat panjang sekali (proses penularannya). Tapi dampaknya sendiri, jika sudah tertular itu akan langsung mengalami flu yang dibarengi dengan unggas mati mendadak dengan jumlah yang banyak,” ucapnya.
Maka dari itu, ia meminta kepada masyarakat jika menemukan hewan khususnya berjenis unggas mati secara mendadak dengan jumlah yang banyak diharapakan tidak langsung menyentuhnya.
“Jadi misalkan masyarakat menemukan unggas mati dengan jumlah yang banyak itu jangan langsung bersentuhan atau kontak dan cukup langsung melaporkan ke petugas khawatir takut kena flu burung,” ungkapnya.
Selain itu, jika masyarakat mengalami gejala flu yang dibarengi dengan banyaknya unggas yang mati mendadak di sekitarnya, Supriyanto meminta agar langsung melakukan pengecekan baik ke fasilitas kesehatan maupun Dinas kesehatan (Dinkes) setempat.
“Jadi kalau masyarakat yang di sekitar lokasi langsung mengalami flu, maka itu diharapkan langsung melaporkan ke Dinkes setempat untuk dilakukan pemeriksaan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Supriyanto menyebut bahwa kasus Avian Influenza (AI) atau flu burung telah ditemukan di dua daerah yakni Kota Cimahi dan Cirebon.
Baca Juga:Objek Wisata Rancaupas Sepi Pengunjung, Ini Penyababnya!Kecamatan Cibiru Kaya dengan UMKM
“Yang di Cimahi, kasus itu (flu burung) terungkap setelah 49 unggas milik peternak mati mendadak sejak tanggal 16 sampai 21 Februari 2023 (kemarin). Jadi, Sampai sekarang kasus Flu Burung yang terlaporkan sejak 2023 ada di dua wilayah, Kota Cirebon sama Kota Cimahi,” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (2/3) kemarin. (san)
