Tepi Kota Healing, Padukan Taman dengan Wisata Edukasi Keluarga

BERLIBUR: Ikon wisata keluarga di Kota Bandung bertambah. Yakni, Tepi Kota Healing yang ada di Sukamiskin, Arcamanik, Kota Bandung. (HENDRIK MUCHLISON/JABAR EKSPRES)
BERLIBUR: Ikon wisata keluarga di Kota Bandung bertambah. Yakni, Tepi Kota Healing yang ada di Sukamiskin, Arcamanik, Kota Bandung. (HENDRIK MUCHLISON/JABAR EKSPRES)
0 Komentar

BANDUNG – Ikon wisata keluarga di Kota Bandung bertambah. Yakni, Tepi Kota Healing yang ada di Sukamiskin, Arcamanik, Kota Bandung.

Ada beberapa wahana yang bisa dinikmati di lahan dengan luas sekitar tiga hektar itu. Mulai dari taman kelinci, taman domba, hingga kebun sayur.

Di tempat itu anak – anak dapat berinteraksi langsung dengan hewan seperti kelinci dan domba. Pengelola juga menyediakan kuda bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi berkuda.

Baca Juga:Komite SMAN 19 Bandung Bantah Praktik Pungli di Lingkungan SekolahBuruan Klaim! Ada Surpriaze Saldo DANA Gratis Rp 5 Juta dari Aplikasi Ini

Selain tempat yang instagramable, pengunjung juga bisa sewa sepeda listrik untuk keliling taman. Tempat itu juga dilengkapi warung lodeh, resto, hingga tempat ngopi yang asyik.

Intania, PR Tepi Kota Healing menceritakan, taman ini termasuk baru, karena tanggal buka 22 Januari. “Masih baru,ini juga masih ada pembenahan – pembenahan,” tuturnya.

Intania menambahkan, konsep dasar pembangunan wahana itu adalah taman kota. Pihaknya ingin menghadirkan taman dengan udara segar yang dilengkapi berbagai fasilitas. “Daerah sini banyak perumahan tapi masih minim tempat wisata. Di sini (Tepi Kota Healing, red) bisa wisata sekaligus edukasi,” terangnya.

Menurut Intania, taman itu biasa ramai pengunjung kalau hari libur. Tapi saat hari biasa tetap ada saja pengunjung. “Ini akan terus dikembangkan,” tuturnya.

Sementara itu Icha, salah satu pengunjung mengaku cukup puas setelah berkeliling di taman itu. Ia dapat informasi taman baru itu dari mertua.

Karena penasaran, ia kemudian mengajak anak dan istrinya berkunjung. “Seru sih, hanya saja karena belum banyak pohon yang tumbuh jadi agak gersang,” terang warga Cisaranten, Arcamanik itu. (mg4)

0 Komentar