Teropong di Booscha itu menjadi ciri khas, yang dipakaikan oleh Guntur di keping kedua.
“keping kedua itu yang khas dari Observatorium Bosscha dengan latar bima sakti,” terang Guntur.
Kemudian di keping ketiga itu menceritakan 100 tahun Observatorium Bosscha yang akan terus hidup, seperti sajak Chairil, “Seribu Tahun Lagi!,”
Baca Juga:Siap-siap Ketagihan, First Media Sekarang Punya Rasa yang Berbeda dengan Kecepatan Internet hingga Lima Kali Lebih KencangIbu Negara Apresiasi Pemprov Jabar, Atalia Ridwan Kamil Kampanyekan Tanam Pohon Buah
“Keping ketiga itu mengenai seratus tahun bahkan 200 tahun bahkan ratusan tahun kedepan semoga masih eksis gitu, gimana peran Observatorium Bosscha terus berlangsung dan sekali lagi sisi penting dari observatorium adalah dari sisi keilmuwan kemudian marwahnya ada di ITB sebagai pengelolanya, jadi kepingnya tiga digambarkan ganderless jadi bukan pria dan perempuan gitu mengamati semesta itu, kita mengamati benda langit itu untuk merenung dan merefleksikan siapa diri kita dan apa semesta mungkin itu yang ingin digambarkan dari tiga keping perangko tersebut,” beber Guntur.
Guntur menceritakan juga bagaimana sulitnya ia mencari sosok KAR Booscha, namun sebagaimana pepatah dimana ada kemudahan disitu ada jalan, ia terbantu risetnya oleh foto-foto dan dokumen-dokumen yang dimiliki Observatorium Bosscha.
“dari sejarah dan terbantu dari segi riset dari Observatorium bosscha. Saya juga awalnya kesulitan mencari foto Booscha yang jelas, tapi karena banyak data saya banyak menaksir digambar agak miring sangat terbantu dari segi riset juga,” jelasnya
Zaman melaju begitu cepat, kemudahan komunikasi bukan berarti menyebabkan perangko ditinggalkan begitu saja, kata Guntur, beberapa komunitas dan kolektor barang-barang pos (filatelis) masih menggunakan perangko, dan menjadi penanda peristiwa penting yang ada.
“Iya memang pergeseran sekarang bahwa Perangko jarang sekarang dipakai berkirim surat, perangko lebih ke filatelis sebagai penanda peristiwa penting yang ada. Kurang lebih seperti itu,” kata Guntur
“Masih ada yang berkirim seperti beberapa komunitas yang terus mengiatkan kirim surat dengan perangko. Sedikit banyak bergeser dengan adanya gadget tapi sekarang masih dilestarikan,” lanjut Guntur.
Sebelumnya Guntur juga pernah mendesign perangko untuk Booscha pada 2016 lalu, meski ini bukan pertama kali ia mendesign untuk Observatorium Bosscha tapi dirinya bangga dan terharu bisa mendesign perangko, sepotong gambar bersejarah yang mengabadikan peristiwa.
