Ridwan Kamil Minta Pengunjung Masjid Al Jabbar Jangan Nyampah!

Jabarekspres – setelah diresmikan pada Jumat, (30/12) lalu, masjid raya Al Jabbar kini banyak dikunjungi oleh masyarakat dari yang ingin jalankan ibadah sampai sekedar berwisata.

Keberadaan Masjid Al Jabbar saat ini jadi daya tarik sendiri. Banyak masyarakat yang penasaran untuk melihat kemegahan masjid karya arsitektur Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil itu.

Kendati begitu, setelah diremikan masalah baru muncul. Seminggu setelah diresmikan situasi lingkungan masjid menjadi terlihat semrawut dan banyak ditemukan sampah yang dibuang oleh para pengunjung masjid.

Untuk itu, Ridwan Kamil meminta kepada masyarakat yang berkunjung ke masjid Al Jabbar agar mengedepankan ketertiban dan jangan buang sampah sembarangan.

‘’Saya ingin masjid ini terjaga kebersihan dan masyarakat yang berkunjung juga harus tertib, karena ini adalah tempat ibadah,’’ ujar Ridwan Kamil dalam keterangannya, Selasa, (3/1).

Kang Emil—sapaan akrab Gubenur Jabar berpendapat keramaian yang terjadi di Masjid Al Jabbar adalah hal wajar. Meski menimbulkan masalah kebersihan terutama di kolam retensi.

Untuk itu, Kang emil meminta agar disepanjang kolam retensi dipasang papan himbauan agar masyarakat membaca dan turut menjaga kebersihan.

Kang emil juga akan menugaskan petugas jaga yang akan berkeliling menggunkan pengeras suara untuk mengingatkan warga agar jangan buang sampah sembarangan.

Selain itu, keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdagang disepanjang kolam retensi juga akan ditertibkan dan ditata Hal ini dillakukan agar para pedagang jangan jual sembarangan.

“Nanti ada pasukan khusus pakai toa (pelantang) untuk mengingatkan (masyarakat) tidak buang sampah sembarangan, tidak main air di kolam retensi yang bukan seharusnya. PKL juga ditertibkan,” tegasnya.

Kang emil menambahkan daya tarik wisata religi, rencana peresmian Museum Al Jabbar akan dilakukan pada Februari 2023. Saat ini meseum Al Jabbar sedan dalam tahap persiapkan dengan matang.

Meseum Al Jabbar nantinya akan menyuguhkan peradaban sejarah penyebaran islam di nusantara. Meseum Al Jabbar nanti akan mejadi bahan rujukan wisata sejarah perkembangan islam. Khusnya di Jawa Barat.

Untuk diketahui, Masjid ini dapat menampung 30 ribu jamaah. Proses penataan Masjid tersebut masih terus dilakukan oleh pempro Jabar. (yan)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan