Ngaji Sirah Nabawiyyah, Sejarah Pernikahan Raulullah Dengan Khodijah.

JABAR EKSPRES- Sudah sangat kenal bahwa kepribadian Rasulullah itu adalah seseorang yang cerdas juga mandiri. Selain sering ikut bersama pamannya berdagang ke negri syam, diceritakan pula bahwa Rasulullah sering ikut berperang dan juga mengikuti organisasi yang ada pada Bangsa Quraisy saat itu.

Saat nabi berusia 15 tahun  ahli sejarah mengatakan bahwa Rasulullah mengikuti perang, yang dinamakan perang Al-Fijar. Perang itu terjadi antara keluarga keturunan Kinanah dan keluarga keturunan Quraisy. Disebutkan pula bahwa perang itu terjadi di Kota Nakhlah, yang terletak di antara kota Mekah dan Thaif. Dinamakan perang Al-fijar asalnya karena ada pelanggaran  terhadap undang – undang yang suci. Sedangkan fijar artinya adalah durhaka atau pendurhaka. Dan tujuan dari perang itu adalah untuk memerangi orang-orang yang telah mendurhakai undang-undang yang telah ditetapkan.

Mengenai peran Rasulullah, ahli sejarah mengatakan bahwa pada saat itu Rasulullah memiliki tugas untuk mengambil anak panah yang telah dilempar oleh musuh untuk diluncurkan kembali pada musuh. Namun ada pula yang mengatakan bahwa Rasulullah juga ikut serta dalam berperang. Untuk beberapa perbedaan, bisa jadi keduanya sama-sama benar karena masa perang yang cukup lama membuat Rasulullah melakukan keduanya.

Adapun organisasi yang pertama kali diikutinya adalah organisasi yang bernama Hilful-Fudhul. Organisasi yang timbul dikalangan masyarakat Quraisy. Pada saat itu kurang lebih Rasulullah sedang berumur 20 tahun. Dan termasuk anggota termuda dalam organisasi tersebut. Namun karena kecerdasan dan budi pekertnya yang luhur menjadikan Rasulullah terpilih sebagai salah satu staf pengurus organisasi tersebut.

Belajar dari sosok Rasulullah, beliau menyibukan masa mudanya dalam hal-hal yang fositif. Tidak terlalu banyak bersenang-senang ataupun  berhura-berhura. Dari sejak muda, telah menanamkan karakter mandiri, tangguh, dan berbudi pekerti yang luhur. Dan apa-apa yang dilakukan oleh Rasulullah itu bisa kita contoh dimasa sekarang, untuk menjadikan diri lebih baik dan berkualitas.

Dikatakan bahwa pada saat itu di kota mekah ada seorang perumpuan yang terkenal dengn kekayaan, kebangsawanannya, terutama budi pekertinya. Ia adalah Khadijah binti Khuwalid yang merupakan keturunan Asad bin Abdul Uzza bin Qushayyi.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan