Buntut Buntut

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Edisi 18 November 2022: Wah Wah

DeniK

Wapres kemana? Apakah beliau kena covid sehingga harus di isolasi/karantina? Ada hajat besar tidak pernah kelihatan.

 

Liam Then

Pak Wishnu hebat, yang tak kalah hebat juga tentu aparat keamanan kita, koordinasi ketat TNI dan Polri. Saya pernah dengar , sebulan sebelum kunjungan presiden ke daerah. Aparat keamanan sudah sibuk menganalisa jalur, menyiapkan semua. Apalagi sekelas KTT G20 ini. Yang datang tak hanya satu. Reputasi negara pertaruhannya. Jadi ingat dulu waktu Pak Harto datang berkunjung ke Kalbar. Rumah dekat dengan kantor gubernur waktu itu. Radius 2km , semua gang-gang kecil, ada banyak tentara bersenjata lengkap. Bikin saya dulu yang masih anak-anak terkagum-kagum. Melihat sosok gagah tentara berseragam, dan menyandang “bren” yang hanya biasa terlihat di acara televisi.

 

Amat Kasela

Di India nanti semua pemimpin negara beserta undangan bisa diajak joget india bareng seperti di film india

 

ibnuhidayat setyaningrum

Memang tepat Wishnutama dicopot jabatannya sebagai menteri. Coba kalau masih menjadi menteri, apa kira kira masih bisa berkarya sehebat itu? Yang sudah sudah, menteri yang hebat justru sibuk menghadapi gugatan di pengadilan. Seandainya aku wong ndeso punya kesempatan jabat tangan dengan Wishnutama, maka aku ucapkan, “Selamat Pak Wishnu, Bapak sudah dicopot dari jabatan menteri! Dan kalau di desa ku ada perayaan agustusan, mbok ya tolong dikasih ide perayaan yang asyik, murah, merakyat, dan Indonesia banget gitu”.

 

Rihlatul Ulfa

Minggu ini tidak ada sidang Brigadir J. katanya karena ada perhelatan besar yaitu G20. kemarin, kejaksaan katanya akan mengevaluasi lagi untuk siaran langsung pada sidang brigadir J melalui livestreaming. ‘katanya ada televisi yang nakal, diam2 menyiarkan potongan keterangan saksi2 ‘ katanya hal itu ditakutkan membuat para saksi yg lain yg belum hadir bisa saja memberikan kesaksian yang berbeda atau sama2 bersekongkol. oke agak masuk akal, tapi toh semua saksi sudah berbicara dibawah sumpah. hakim dan jaksa pun bukan orang awam yg mungkin akan sangat kebingungan dengan tingkah, polah mereka. juga katanya ‘kejaksaan’ tidak bisa menghukum para televisi yg ‘bandel’ itu. kita lihat apakah sidang dilakukan secara lebih tertutup pada senin minggu depan?

 

Rihlatul Ulfa

Saat perhelatan MotoGP di Mandalika dulu. ampun.. saya merasa malunya sampai keubun-ubun. bisa2nya ‘Rara si pawang hujan’ ada disana. dibiarkan disana, dibiarkan untuk menaiki panggung aspal itu, berjalan-jalan dengan mulut komat kamitnya. ampun.. terlihat sekali kita negara yg terkesan ‘sangat terbelakang’ bagi negara2 maju lainya, bagi masyarat luar negeri, bagi mereka yg ahli dibidang BMKG dll. sudah gitu Rara ini banyak sekali akhirnya diundang dipodcast2 yg katanya ‘langit adalah AC dan ia yg mempunyai remotnya’ maka saat Wshutama mengatakan bekerjasama dengan TNI-AU menaburkan garam sekiar 20-30 ton di atas langit banyuwangi dan diatas langit lombok, juga terus berkordinasi dengan para pakar di BMKG. inilah saat logika dan teknologi digabung jadi satu. hasilnya ‘luarbiasa’

 

yea aina

@Bli Leong, si orang tua mempelai lupa kelanjutan pepatah “Ono rupo ono rego, ono utang ono ngelu hi hi hi.

 

Leong putu

Ini komen serius. Saya sama sekali tidak gumun (terkagum) Indonesia bisa membuat acara yang waaah. Uangnya ada atau setidaknya diada adakan. Seremonial itu sudah jadi budaya kita. Apa pun dibuatkan seremonial. Hamil, lahir, bisa jalan, akil balik, nikah, mati dan setelah matipun juga dibuatkan seremoninya. Dulu, di desa kami ada orang tua ingin menikahkan anak tunggalnya secara wah. Secara ekonomi dia bukan tipe yang berlebih. Tapi karena ingin membuat acara yang wah, akhirnya dana untuk acara tersebut diada adakan (utang). Akhirnya acara berjalan wah, sesuai keinginan. Setelah tiga hari anaknya cerai dengan istrinya. Tinggal si orang tua pusing bayar utang.

 

Sama Konomaharu

Kalau cuma di lihat dari sisi jasa. Mulai Bentjok, Heru, Teddy, dst juga ada jasanya. Tanpa mereka yang di tangkap IHSG tidak akan jatuh ke level 3.997 (IDX Channel). Tanpa kejatuhan sebesar itu, IHSG tidak mungkin di mark-up hingga 100 persen seperti sekarang. Penyita aset mereka harusnya untung, yang menaikan IHSG hingga sekitar level 7000-an harusnya untung. Tapi namanya zaman perubahan, ada saja orang-orang iseng. Yang haram coba dirubah agar jadi halal. Sementara yang halal-halal, justru coba di haramkan. Itulah mereka yang berada pada lingkaran Jiwasraya & Asabri waktu dulu. Coba merubah-rubah.

 

yea aina

Tanaman cabe diolah selalu/ Layu daun jangan biarkan terus menahun/ Gelaran KTT sudahlah berlalu/ Satu triliyun jangan samakan seratus triliyun/ #belajarpantun

 

Mbah Mars

Makan sate serta gule Jangan lupa tangan dibasuh Biar KTT sudah usai Tugas kita tetap merusuh

 

Leong putu

Yang tubuh di pojon itu benalu / Cepatlah dipotong agar pohon tidak mati / Riuh acara G20 telah berlalu / Lanjut piala dunia Qatar ku jagokan Itali /

 


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *