Toilet Muda

 

mzarifin umarzain

RECOVER TOGETHER. RECOVER STRONGER. BERSAMA SALING SIKUT2AN? KIAN LAMA KIAN KUAT SIKUT2AN NYA? UNDERSTANDING TOGETHER? SEJAHTERA BRRSAMA?

 

Mirza Mirwan

Kemarin selama tiga hari saya di neganyanya Pakcik Chei, tepatnya di Ipoh, Perak. Sebenarnya hanya mengantar kakak yang anaknya beristrikan gadis Ipoh. Mereka punya anak pertama dua minggu yang lalu. Ternyata kampanye pileg di Malaysia itu meriah banget. Tapi membaca koran cetak, saya terkesima juga. Betapa bergairahnya politisi di negara Pakcik untuk “mengabdi” kepada negara. Mau tahu buktinya? Tuh, Dr. Mahathir Mohammad, usianya 97 tahun, tetapi masih ingin “mengabdi” sebagai MP (Member of Parliament) dari Dapil Langkawi. Lalu Ku Li, Tengku Razaleigh Hamzah, 85 tahun, juga masih maju lagi dari Dapil Gua Musang. Luar biasa, memang. Sudah 48 tahun Ku Li menjadi MP — sejak 1974 — ternyata merasa belum cukup “pengabdian”nya kepada negara. Saya jadi bertanya-tanya, kenapa Pakcik Chei yang jauh lebih muda ketimbang Ku Li dan Dr. M tidak tertarik untuk “mengabdi” sebagai MP Yang Berhormat?.

 

Rihlatul Ulfa

Jika saja para ajudan Sambo bisa merancang strategi seperti drama korea berjudul ‘Little Women’ mungkin pembunuhan ini bisa diminimalisir. sayangnya mereka para ajudan yg merasa beruntung dan merasa harus totalitas terhadap atasan. membuat pembunuhan terencana itu tetap terjadi. ngeri saat membayangkan Ricky Rizal dan Richard saling berkompromi dengan Sambo u/ memutuskan siapa yg akan menembak brigadir J. sedangkan brigadir J merasa ‘mungkin’ biasa2 saja atau memang sudah tampak kengerian itu. yg pati brigadir J terlalu mempercayai orang2 tersebut. bahwa jikapun brigadir J diam2 kabur dan mengadu. siapakah yg akan mendengarkan atau mempercayainya? bahwa saat perilisan busuk penuh kebohongan itupun bisa ditutupi dan dibela oleh belasan anggota polisi sampai pada tingkat polres Jaksel bahkan sampai tingat propam.

 

Rihlatul Ulfa

Update terbaru kasus brigadir J. dipersidangan kemarin, supir ambulance mendapat info dari call center untuk menuju rumah yg membutuhkan ambulance. saat diperjalanan ada seseorang yg mengetuk kaca mobilnya dan orang tersebut mengatakan ‘saya yang tadi memsan ambulance ikuti saya’ setelah itu sampai didepan gapura komplek ada anggota provos yg memberhentikan supir ambulance dan menanyakan hendak kemana tujuannya, dan anggota provos meminta kepada supir ambulance untuk ‘mematikan rotator dan sirine’ anda semua bisa menilai bagaimana ini dilakukan secara sistematis dan terukur sampai banyak sekali orang-orang yg terlibat. juga saat pekerja freelance cctv yg disuruh mengganti dvr cctv di komplek duren tiga, mengatakan sebelum dvr diganti terlihat 7 kamera cctv yg masih menyala. juga arief Rahman yg mematahkan laptop karena disuruh oleh Ferdy Sambo. dan Hendra Kurniawan yg saat datang ke Jambi, kerumah orang tua brigadir J, memasuki rumah dengan memakai sepatu dan menutup gorden serta keluarga dilarang untuk memfoto dan merekam. dan ternyata dari keterangan saksi, bahwa pada tanggal 8 juli 2022 yg melakukan PCR hanya Putri, Susi, Richard dan brigadir J. tentu terlihat lebih jelas lagi bahwa Sambo berbohong saat perilisan pertama dikepolisian saat itu, bahwa keterangan dari skenario Sambo, bahwa ia sedang melakukan PCR saat tembak menembak itu terjadi. bukankan jika Sambo sangat ahli dalam merekontruksi sebuah cerita profesi yg tepat adalah penulis, sutradara atau aktor.

Tinggalkan Balasan