Menghitung Hari

 

Jimmy Marta

Teruslah belajar Kate. Kelak Indonesia pun tidak peduli kucingnya hitam atau putih. Ada jejak yang bisa dinapak tilasi. Yap Thiam Hien dan Albertina Ho.

 

hoki wjy

bagi saya apa yg dilakukan Kate hanya sia sia dan tdk berguna bukankah sudah ada contoh bapakmu yg galak tapi sekarang menjadi tdk berdaya dan tengoklah adakah yg mau membantunya sekarang? dan apa yg dilakukan Kate justru akan membuatnya akan menghadapi banyak kesulitan yg bertubi tubi di hadapannya kelak apalagi hanya bocah cilik yg belum punya pengalaman apa2 dia pikir dengan berteriak teriak para penguasa akan takut padanya wkkkk mimpilah. orang miskin janganlah melawan orang kaya dan orang kaya janganlah melawan para penguasa.

 

Nimas

Ketika seorang teman bertanya kepadaku, siapa lelaki yg paling kamu idolakan dan orang yg memberimu inspirasi, aku jawab dengan lantang AYAHKU. Ayahku bukan pemilik perusahaan besar bukan pula pejabat tinggi dg seabrek penghargaan. Ayahku sosok sederhana yg selalu ada untukku, ucapannya meneduhkan, nasehatnya menyejukkan…

 

Sama Konomaharu

Apapun yang di lakukan bocil ini, terkait kasus yang sedang di hadapi. Setidaknya masih terhormat dari pada apa yang di lakukan buzzer. Secara umum, permainan Pak Lim memang begitu bar-bar. Seperti bermain SMG di map Alcatraz. Harusnya sebelum bermain bar-bar, komunikasikan dulu secara langsung, dan menyeluruh ke beberapa level lapisan masyarakat. Bahasa marketingnya, engentmen kalau tidak salah. Tujuannya untuk menambah tenaga jika terjadi apa-apa. Dahlan Iskan saja tidak berani nembak Pak Kumis yang di BPK, apalagi nyenggol-nyenggol 9 Naga. Nyindir Goto saja beraninya cuma lewat profil greenhope di wolrd economic forum, yang di jajaran pengurus nggak ada nama Dahlan Iskannya. Itupun bahasa yang di gunakan sangat halus. Seperti bukan sindiran. “Kalau saya terjemahkan. Perusahaan aneh saja di tembak dana. Masa ini enggak”. Sekarang balik ke kasus ini. Ada bocil. Yang harusnya. Tugas utamanya belajar. Juga mengamankan diri. Tapi karena “tanda kutip”, memperjuangkan sesuatu. Akhirnya bocil ini maju. Nha siapa yang salah?. Apakah Anies Baswedan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan