LGBTQ di Piala Dunia Qatar 2022, Piala Dunia Paling Kontrovesial Pernah Ada

LGBTQ di Piala Dunia Qatar 2022, Piala Dunia Paling Kontrovesial Pernah Ada
LGBTQ di Piala Dunia Qatar 2022, Piala Dunia Paling Kontrovesial Pernah Ada
0 Komentar

JabarEkspres.com – Isu LGBTQ di Piala Dunia Qatar 2022 menjadikan Piala Dunia edisi kali ini paling kontroversial.

Di satu sisi, pagelaran sepak bola terbesar empat tahunan sekali ini pasti menyita perhatian orang-orang dari pelbagai dunia.

Tidak mengherankan jika negara tuan rumah Piala Dunia kerap kali kebanjiran orang-orang dengan status yang beragam dari seluruh dunia, termasuk orang-orang LGBTQ.

Baca Juga:Simpatisan LGBTQ+, Kapten Timnas Inggris Bakal Kenakan Ban Lengan Pelangi di Piala Dunia Qatar 2022Spesifikasi Samsung Galaxy A10e dengan Model Firmware SM-A102U

Topik Piala Dunia menjadi berkelit ketika FIFA menunjuk Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Urusan olahraga pun bercampur dengan persoalan politis dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2022.

Bagaimana tidak, Qatar merupakan negara yang mempunyai aturan keras terhadap LGBTQ+.

Di sisi lain, komunitas internasional meluncurkan tuntutan hingga desakan bagi Qatar untuk bersikap “ramah” terhadap orang-orang LGBTQ+ di Piala Dunia Qatar 2022.

Hal tersebut bahkan memicu sikap politis para pemain yang akan berlaga di perhelatan akbar sepak bola empat tahunan sekali itu.

Yang sedang hangat adalah keputusan dari kapten Timnas Inggris, Harry Kane, yang berencana akan mengenakan ban lengan pelangi di Piala Dunia Qatar 2022.

Penggunaan ban lengan pelangi tersebut dimaksudkan sebagai bentuk simpati terhadap LGBTQ di Piala Dunia Qatar 2022.

Baca Juga:Ramainya Pengunjung DigiCash KICKFEST di Tahun Ke-14 Menjadi Bentuk Amplifikasi Brand LokalKandidat Juara Piala Dunia Qatar 2022, Messi Tak Sebut Argentina Calon Juara, Kok Bisa?

Harry Kane sadar bahwa keputusannya itu merupakan kontroversi. Pasalnya, LGBTQ+ adalah illegal di Qatar.

“Kami telah memutuskan kami akan memakainya (ban lengan pelangi) dan itulah proses pemikiran kami ke depan,” kata Harry Kane, dikutip oleh Jabar Ekspres dari Sky Sports, Selasa, 11 Oktober 2022.

LGBTQ+ menjadikan persoalan Piala Dunia bukan sekadar persoalan olahraga semata kali ini.

Bagaimanapun, Piala Dunia edisi kali ini sedari awal sudah disertai dengan isu-isu politis, seperti pelanggaran HAM dan isu LGBTQ+.

Lembaga internasional pemerhati HAM, Human Rights Watch, menyoroti sikap Qatar yang dianggap “tidak ramah” terhadap kaum LGBTQ+, dilansir dari situs Human Rights Watch, Jumat. 22 Juli 2022.

0 Komentar