“Kemarin sebelum Idhul Adha kita harus swasembada kebutuhan. Tapi masih mengambil di Jatim dan Jateng. Namun kebetulan di sana pun terdampak PMK. Sekarang kita mengusulkan meminta ada pengganti distribusi dari pemerintah. Ternyata ada 5 sampai 10 juta,” cetusnya.
“Ini merupakan pemulihan ekonomi. Harusnya sapi dan domba yang harusnya panen malah terkena PMK. Jadi kami bertekad untuk berbenah untuk meningkatkan,” tambahnya.
Saat disinggung sektor mana saja yang akan digenjot untuk, dia menegaskan, semua sektor yang menjadi bidang mitra kerja komisi II DPRD Jabar. Selain itu, ia pun menargetkan segala produksi hasil panen di Jabar bakal dimanfaatkan untuk penduduknya.
Baca Juga:8 Jenis ‘lelah’ yang disukai Allah Allah Azza Wajalla, Ternyata Berpahala BesarDukung Percepatan Kemandirian Digital Indonesia dengan Analog Switch Off
“Hampir semua sektor digenjot. Jadi bagaimana ‘ngepush’ supaya bisa mengambil hasil produksi dari petani. Kita berusaha memaksimalkan bagaimana produksi hasil petani bisa dimanfaatkan oleh Jabar itu sendiri” tandasnya. (win)
