Turap Jembatan di Bogor Tergerus Longsor, Akses Jalan Ditutup hingga Akhir Tahun

Turap Jembatan di Bogor Tergerus Longsor, Akses Jalan Ditutup hingga Akhir Tahun
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Theofillo Patrocinio, saat menunjukkan lokasi turap yang amblas akibat tanah longsor di Jalan KH Tb M Falak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JabarEkspres.com, BOGOR – Akses Jalan KH Tb M Falak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, hingga kini, Rabu (26/10) masih ditutup Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, hal itu dilakukan hingga akhir tahun.

Alhasil, keberadaan jembatan penghubung Jalan Semeru dengan Jalan Raya Loji-Gunungbatu yang kerap dilintasi warga masyarakat itu lumpuh total.

Peristiwa bencana tanah longsor pada Selasa (11/10) silam, yang menggerus turap tumpuan jembatan Darul Qur’an yang berada di jalan tersebut dinilai membayakan para pengendara.

Baca Juga:Rawan Bencana, Pemda Bandung Barat Klaim Sudah Lakukan Mitigasi Struktural dan NonstrukturalTahu dan Tempe akan Hilang di Pasaran

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi menyampaikan terkait rencana perbaikan jalan yang dulunya bernama Darul Qur’an tersebut

Saat ini, sambung dia, perhitungan desain perbaikan Jalan KH Tb M Falak tengah memasuki tahap final.

Kemudian, pihaknya akan langsung mengajukan pekerjaan fisik melalui pos anggaran Bantuan Tidak Terduga (BTT) di Pemkot Bogor, dengan harapan pada awal November mendatang dapat perbaikan dapat dimulai.

“Ini finishing perhitungan kita mudah-mudahan hari ini sudah final, kita rencanakan langsung ajukan ke BTT dan dilakukan pekerjaan fisiknya,” ungkapnya kepada wartawan dikutip pada Rabu, 26 Oktober 2022.

Dirinya menjelaskan, soal desain perbaikan pihaknya ditahap awal akan dilakukan pengerjaan pada turap yang amblas dengan panjang sekitar 20 meter dan tinggi sekitar 10 meter dengan melibatkan pihak ke tiga.

Di mana, keberadaan turap itu berfungsi untuk menahan longsoran dari badan jalan yang saat ini menyebabkan kejadian longsor tersebut.

“Mudah-mudahan sih dua bulan ya, akhir tahun mudah-mudahan selesai (peroses perbaikannya),” harapnya.

Baca Juga:Jalan Rusak di Klapanunggal, Camat Akan Tegur PerusahaanMasuki Tahap Pendinginan, Penanganan Kebakaran di Gudang Triplek Soekarno-Hatta

Terkait jumlah anggaran pihaknya belum berkomentar lebih dalam. Ia mengaku, saat ini pihaknya masih fokus pada penyelesaian desain perbaikannya.

“Kalau RAB gampang itu. Yang pasti pekerjaan perbaikan harus disegerakan, kalau itu tidak ditangani secara darurat akan menimbulkan korban jiwa dan kalau tidak ditangani segera juga permasalahan transportasi di Gunung Batu, Jalan Perintis ini juga macet,” bebernya.

Atas situasi saat ini, Chusnul Rozaqi menghimbau kepada warga dan pengendara agar tidak memaksakan terlebih dahulu melintasi Jembatan Darul Quran, karena khawatir akan terjadi longsor susulan.

0 Komentar