Professor Harvard Puji Peran BRI Sebagai Bank Kuat untuk UMKM

BALI – Pengamat Ekonomi Internasional Prof. Jay K. Rosengard dari Harvard Kennedy School mengatakan, peran BRI harus menjadi lokomotif perekonomian.

Peran BRI Harus menjadi pemain utama yang mampu memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Jay memuji kinerja peran BRI yang mampu memberikan akses keuangan bagi masyarakat untuk kalangan mikro kecil.

‘’Tidak ada satu pun perusahaan perbankan di dunia yang mampu menandingi kinerja BRI dalam hal pemberdayaan UMKM, khususnya di segmen mikro,’’ Ujar Jay dalam keterangannya, Rabu (21/10).

Menurutnya, BRI memiliki jaringan yang sangat luas di Indonesia. Dan unggul di sektor mikro.

Berbagai lembaga lain di dunia pernah mencoba untuk memfokuskan di sektor tersebut, namun tidak ada sukses.

Peran BRI menjangkau nasabah segmen mikro dan ultra mikro merupakan kunci sukses BRI untuk meningkatkan inklusi keuangan.

Untuk itu, jika inklusi keuangan tidak tercapai, maka pertumbuhan ekonomi tidak akan diikuti oleh peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Jay berpendapat, Bank milik pemerintah itu telah mengembangkan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Keberadaan program Holding Ultra Mikro menjadi wujud komitmen BRI untuk go smaller, go faster, dan go shorter.

Meski baru beranjak satu tahun, kinerja Holding Ultra Mikro dalam mengangkat potensi pelaku usaha ultra mikro sangat mengesankan. Holding yang terdiri dari BRI sebagai induk bersama PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), ini tercatat UMi mengintegrasikan 23,5 juta nasabah dengan total outstanding pembiayaan sebesar Rp183,9 triliun per Agustus 2022.

‘’Penabung baru UMi pun telah mencapai 6,85 juta atau melebihi target awal sebanyak 3,3 juta,’’ ujar Jay.

Disamping itu, BRI berhasil menaikkelaskan 1,8 juta nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro ke Komersial di tahun 2021.

Sedangkan pada 2022 diproyeksikan nasabah yang berhasil dinaikkelaskan mencapai 2,2 juta nasabah.

Sentuhan digitalisasi dalam business process di Holding Ultra Mikro ini semakin meyakinkan Jay bahwa BRI Group mampu mendongkrak inklusi keuangan di Indonesia.

Holding Ultra Mikro merupakan terobosan yang inovatif dalam mendorong perekonomian masyarakat.

‘’Teknologi tidak dapat menggantikan manusia, tetapi melengkapi keberadaan human touch dalam kaitannya inklusi keuangan,” ucapnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan