Rani, Kopi, Perempuan yang Merdesa

Rani, Kopi, Perempuan yang Merdeka
Rani memetik kopi bersama turis mancanegara.
0 Komentar

Lagu Ibu Kita Kartini yang ditulis oleh Wage Rudolf Supratman begitu menjelma pada diri dalah satu perempuan hebat di Jawa Barat bernama Rani Mayasari Partadiredja, 42, pemilik Java Halu Coffe Farm yang berhasil mengekspor kopi dari tanah Nusantara ke Amerika, Timur Tengah, dan Eropa.

JABAR EKSPRES – Rani adalah wujud Kartini masa kini yang memerdekakan perempuan dari keterbelakangan. Apabila Kartini memperjuangkan pendidikan untuk kaum perempuan di wilayahnya—kaum yang dianggap selalu terbelakang, kaumnya yang dianggap lemah.

Ia pun mengajak perempuan di Kecamatan Sindangkerta dan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat menjadi perempuan tangguh, perempuan yang mandiri, dan perempuan yang berdikari.

Baca Juga:Rekaman CCTV di Stadion Kanjuruhan Dihapus, TGIPF Temukan Isu Pengaturan SkorLink Tes kepolosan Terbaru 2022, Cari Tahu Apakah Kamu Polos Atau Nakal

“Karena dari perempuan itu, lahir anak yang pintar dan hebat, karena itulah perempuan sendiri harus hebat dan mandiri,” tutur Rani saat ditemui oleh Jabar Ekspres pada Senin 17 Oktober 2022.

Rani menyebut, hampir 70% pekerja di perusahaan perkebunan yang ia kelola adalah perempuan.

“Hampir 70% semuanya oleh perempuan, karena perempuan itu hasilnya baik, dan telaten juga sabar ketika bekerja,” ungkapnya.

Tentu bukan hal mudah dan cepat, ia begitu sabar berproses bersama masyarakat di Mekarwangi, Sindangkerta, Bandung Barat.

Seperti Kartini yang “mempunyai cita-cita besar bagi kaum perempuan Indonesia”, ia pun bercita-cita besar ingin membebaskan perempuan di desa dari manipulasi rentenir yang terkutuk dan mengurangi Pekerja Migran Indonesia (PMI) perempuan di daerah Sindangkerta dan Gununghalu.

“Dengan banyak perempuan yang bekerja tentu ini memberantas Bank Emok (Rentenir), dan juga mengurangi keinginan untuk bekerja di luar negeri,” sambung Rani.

Ia menceritakan, ada salah seorang petani di daerah Gununghalu yang saat itu istrinya pulang dari luar negeri. Hasil gaji selama bertahun-tahun habis untuk biaya berobat istri sampai sang istri melambaikan tangan perpisahan untuk selama-lamanya. Namun, Rani mempertahankan tanah petani tersebut agar jangan dijual, ia memilih untuk, “Mari sama-sama menanam kopi,” ucapnya.

Baca Juga:Brigadir J Kaget Disuruh Berlutut, Ferdy Sambo kepada Bharada E: Woy, Kau Tembak, Kau Tembak Cepat!Kronologi Pembunuhan Brigadir J versi Putri Candrawathi, Berawal Berduaan di Kamar

Hal tersebut bukan sesuatu yang mudah. Literasi investasi ditanamkan oleh Rani pada para petani di Mekarwangi. “Setiap petani, di sana pasti punya tabungan emas, dari hasil pekerjaan mereka, tentu hal ini mengingatkan mereka agar memiliki tabungan masa depan,” tuturnya.

0 Komentar