LJabar Ekspres – Observatorium Bosscha menggelar kampanye pengamatan nasional untuk menangkap fenomena okultasi asteroid yang diprediksi terjadi pada 26 April 2026.
Sebanyak 44 titik pengamatan disiapkan di berbagai wilayah Indonesia, melibatkan 34 institusi, komunitas, dan kontributor individu. Kegiatan ini menjadi salah satu kolaborasi astronomi berbasis publik terbesar di Indonesia.
Peneliti Observatorium Bosscha, Yatny Yulianty, mengatakan pengamatan serentak dari berbagai lokasi bertujuan meningkatkan ketelitian data yang diperoleh.
Baca Juga:Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses PasarGeger Ikan Sapu-Sapu Dikubur Hidup-hidup, SAGAVET Unair Tawarkan Solusi Sesuai Syariat Islam!
“Penggabungan data dari banyak titik memungkinkan lintasan bayangan asteroid direkonstruksi dengan lebih presisi, sehingga ukuran, bentuk, dan karakteristik fisiknya bisa diketahui secara lebih akurat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, empat tim pengamat diterjunkan ke sejumlah lokasi strategis, yakni Lembang dan Jayagiri, Ciater di Kabupaten Subang, serta Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Kupang dipilih sebagai salah satu titik utama karena dinilai memiliki peluang kondisi cuaca yang lebih baik, sehingga meningkatkan potensi keberhasilan pengamatan.
Fenomena ini terjadi ketika asteroid (1201) Strenua melintas di depan bintang HIP 35933 (HD 58050) dan menutupi cahayanya selama beberapa detik.
Menurut Yatny, metode okultasi menjadi cara efektif untuk mengamati asteroid yang relatif redup.
“Melalui kampanye ini, kami juga ingin mendorong keterlibatan publik dalam kegiatan ilmiah melalui pendekatan citizen science, sekaligus memperkuat kolaborasi riset astronomi di Indonesia,” katanya. (Wit)
