Adab Guru Sebuah Proses Tazkiyatun Nafs

Adab Guru Sebuah Proses Tazkiyatun Nafs.

Menyambut Hari Guru se Dunia Tanggal 5 Oktober 2022.

Oleh :Asep Hilman.

Dr H Asep Hilman MPd Opini: Adab Guru
Dr H Asep Hilman MPd

PENGANTAR.

Al kisah ketika  seorang Malik bin Anas atau  Imam Malik Rahimahullah, founder mazhab Maliki  hendak  menuntut ilmu  kepada seorang ulama mashur  Rabiah bin Farrukh At-Taimi Al-Madani yang digelari  Rabiah Ar-Ra’yi/Rabi’atur Ra’yi, Sang  Bunda memberi nasihat : “Nak, camkan pesan ibu, pelajarilah olehmu adab Rabi’atur Ra’yi sebelum kau pelajari ilmunya.” Atau dengan kata lain : “Nak, jika kau tak temui adab pada diri Rabi’atur Ra’yi, maka kau tak perlu buang-buang waktu belajar ilmu kepadanya.”

Pesan ini menjadi bahan tafakur

Bagi kita untuk memposisikan bahwa adab lebih utama dari Ilmu. Disituasi kekinian ada ungkapan yang mengatakan “Knowledge is power but character is more”. Esensinya memposisikan adab lebih utama dari Ilmu Pengetahuan (science).

PENTINGNYA ADAB.

Adab secara bahasa artinya menerapkan akhlak mulia. Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar menyebutkan:  “Al adab artinya menerapkan segala yang dipuji oleh orang, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Sebagian ulama juga mendefinsikan, adab adalah menerapkan akhlak-akhlak yang mulia” (Fathul Bari, 10/400).

Dalam Al-Qur’an,  Allah Ta’ala berfirman dalam Surat Al Hajj ayat 30 : “Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya”.

Adab dalam menuntut ilmu adalah sebab yang menolong mendapatkan ilmu seperti yang dikemukakan oleh Abu Zakariya An Anbari Rahimahullah : “Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu seperti jasad tanpa ruh”.

REALITA PENDIDIKAN ADAB.

Sistem Pendidikan Nasional yang menjadi acuan pelaksanaan pendidikan di Indonesia, menyebutkan  bahwa tujuan pendidikan nasional bermuara pada aspek keimanan dan akhlak, selain kemampuan intelektual dan keterampilan peserta didik.

Dengan demikian, salah satu tujuan dari proses pembelajaran di sekolah adalah baiknya akhlak peserta didik, baik akhlak kepada Tuhannya, sesama manusia, hingga akhlak kepada alam lingkungan.

Salah satu instrumen untuk menyampaikan adab ini adalah guru. Seiring dengan kemajuan zaman dan perubahan waktu, terjadi pergeseran nilai yang sangat fundamental dalam kehidupan, yakni nilai kesopanan dan etika.

Profesi guru seringkali termarginalkan dengan segala konsekuensinya di depan para siswa dan stakeholder pendidikan lainnya.

Entah siapa yang bersalah, guru yang tidak kompeten dan profesional serta miskin pengetahuan tentang adab, ataukah muridnya yang kelewat kurang ajar atau terlalu kuatnya tekanan lingkungan sosial yang hedonis materialistik dengan ukuran ukuran yang bersifat kuantitatif dan miskin nilai (value).

Kilas balik praktek pendidikan kita di era generasi tahun 1990 an dan sebelumnya menunjukan kentalnya  nuansa menjunjung nilai ahlak dibanding dengan kondisi sekarang.

Pergeseran nilai ini merupakan keprihatinan dan isyarah kemunduran bagi pendidikan kita. Karena  sejak dulu, para tokoh pendidikan termasuk guru guru di sekolah  sudah mencontohkan sebuah sistem belajar yang efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *