Jenis Cedera Aremania yang Tewas Usai Ditendang Aparat, Ini Bahayanya

Editor:

MALANG – Sejumlah video yang menampilkan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, viral di Twitter, salah satunya video tentara ikut memukuli dan tendang Aremania. Terlihat jika ada beberapa tentara berseragam TNI dan anggota kepolisian menendang dan memukuli supporter Arema atau Aremania tendang dan dipukuli hingga diketahui telah tewas.

Menanggapi kejadian tersebut, apa bahaya tendangan yang didapatkan Aremania hingga berujung tewas?

Beberapa video viral di media sosial bukti tantara TNI ikut menendang Aremania di Stadion Kanjuruhan Malang. Seorang warganet yang mengaku mengetahui penyebab cedera yang didapatkan korban Aremania yang tewas, buka suara.

Sebuah akun Twitter @Ban_Joee_ menanggapi viralnya video tersebut. Ia mengatakan jika tendangan keras mengenai tulang leher dan punggung bisa berakibat fatal menurut mengalamannya saat mempelajari teknis martial art.

“Tendangan spt ini bs fatal, tulang leher sampe spt itu bs akibatkan cedera fatal di kepala dan otak, blm lg tulang tengah punggung, apalagi yg nendang pake sepatu PDL yg secara teknis punya beban sendiri, ini oknum tentara yaa  ?? , analisa dgn teknis martial art yg saya tau ..,” @Ban_Joee_.

Diketahui setelah video itu viral, korban yang sempat mendapat tendangan dari salah satu oknum TNI itu telah meninggal dunia.

Hal itu disampaikan melalui akun Twitter @ibnoeahmad4 yang mengunggah tangkapan layar aksi tentara tendang Aremania beserta foto kondisi terakhir korban yang sudah terbaring diduga telah tewas.

“Tragedi Kanjuruhan yg dilakukan oleh TNI-AD baret hijau,,…akhirnya harus meregang nyawa,tanpa ada belas kasihan dari sang penjaga NKRI itu!. PSSI Go***k Tandatangani Petisi  #PrayForKanjuruhan,” tulis @ibnoeahmad4

Hingga berita ini diterbitkan, belum jelas mengenai kebenaran kabar dan identitas korban yang diduga telah tewas di lokasi kejadian

Kesaksian Aremania mengenai kronologis kerusuhan di Kanjuruhan

Salah satu saksi Vigo Fernando yang adalah  pendukung Arema menyebutkan, sejatinya suporter yang turun ke lapangan ingin memberi dukungan moril kepada pemain Arema FC usai kalah dengan Persebaya dengan skor 2-3.

Namun, respons yang diberikan kepada suporter Arema dari aparat keamanan justru berupa kejaran.

Hal itu membuat suporter lain ikut turun, dan pecahlah kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

“Aremania turun ke lapangan bukan untuk menyerang pemain tapi memberikan suport pada pemain. Jadi awal mula turun 2 suporter merangkul pemain. Kemudian dikejar-kejar sama aparat,” kata Vigo.

“Akhirnya Aremania lainnya ikut turun dan masuk ke lapangan. Hingga akhirnya terjadi kerusuhan banyak Aremania dipukuli dan ditembak gas air mata,” imbuhnya.

Dalam video yang dicuitkan ulang Fadli Zon, terlihat dua kejadian tentara menendang suporter Arema yang berada di lapangan. Kedua suporter ini diserang hingga ditendang tentara dari arah belakang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *