Peran APBN Harus Terus Dijaga Optimal untuk Menggapai Pemulihan Ekonomi Jawa Barat

Kinerja penyerapan belanja di daerah Jawa Barat masih harus terus didorong percepatannya agar pemulihan ekonomi dan target pembangunan di tahun 2022 bisa tercapai dengan baik. Realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sampai dengan akhir Agustus 2022 terdiri dari Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp2,52 triliun atau 45,98 persen dari alokasi yang tumbuh negatif sebesar 32,95 persen, realisasi Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp24,34 triliun atau 74,58 persen tumbuh positif sebesar 0,82 persen, untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik tercatat realisasi sebesar Rp1,09 triliun atau 33,4 persen atau tumbuh positif sebesar 60,39 persen.

Realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik mencapai Rp11,48 triliun atau 61,11 persen dari alokasi yang meliputi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), dan Bantuan Operasional PAUD (BOP). Untuk Dana Insentif Daerah (DID) realisasi sampai dengan Agustus 2022 mencapai Rp146,94 milyar atau 51,49 persen dan mengalami tumbuh negatif sebesar 76,61 persen. Realisasi TKDD dari Dana Desa di Jawa Barat mencapai Rp4,59 triliun atau 74,93 persen dari alokasi tahun 2022 serta mengalami pertumbuhan cukup signifikan sebesar 26,80 persen dibandingkan periode Agustus 2022.

Realisasi Program PC-PEN untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) sampai dengan Agustus 2022 di Jawa Barat meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp3,48 triliun untuk 1,74 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Program Sembako sebesar Rp6,37 triliun untuk 3,96 Juta KPM, Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng sebesar Rp1,19 triliun bagi 3,96 Juta KPM, dan realisasi BLT Dana Desa sebesar Rp1,58 triliun untuk 693,62 ribu KPM pada 5.311 Desa di Jawa Barat.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan