Fakta Seputar Tes IQ Yang Harus Kamu Tahu Sebelum Mengikuti Ujian

Begitu pula sebaliknya, skor IQ rendah tidak berarti bahwa orang tersebut memiliki kecerdasan terbelakang, mental terganggu, atau tidak akan sukses secara finansial. Ada juga individu yang secara teori tergolong sebagai orang-orang cerdas tapi memiliki prestasi yang biasa saja.

Meski memiliki nilai 50 pada tes IQ dan dinyatakan tergolong sebagai orang berkebutuhan khusus (secara akademis), kenyataannya kemampuan mengemudi tetap bisa diperoleh orang-orang yang memiliki skor IQ antara 50-75.

Rata-rata orang dengan IQ rendah terbukti tetap bisa sukses di bidang pekerjaannya, bisa memiliki keturunan dengan IQ rata-rata atau lebih tinggi, dan bisa hidup sukses.

3. Semakin tinggi skor IQ, semakin tinggi risiko gangguan mental

Pernah menonton film A Beautiful Mind yang dibintangi Russell Crowe? Film ini adalah sebuah biografi yang menceritakan kehidupan John Nash, ahli matematika terkenal sekaligus peraih Nobel dalam bidang ekonomi yang mengidap skizofrenia.

David Foster Wallace, penulis terkenal dunia juga berjuang melawan depresi selama lebih dari 20 tahun sebelum akhinya bunuh diri pada tahun 2008. Kaitan antara skor tes IQ tinggi dengan risiko penyakit mental juga mencatut nama-nama seperti Abraham Lincoln, Isaac Newton, dan Ernest Hemingway.

Tidak ada yang tahu pasti apa yang menyebabkan peningkatan risiko gangguan mental pada individu yang ber-IQ tinggi. Namun, sebuah studi menemukan bahwa kemungkinan hal ini dipengaruhi oleh gen NCS-1 yang bertanggung jawab untuk memelihara aktivitas dan kekuatan hubungan antar saraf di otak.

Orang-orang yang cerdas memiliki jumlah reseptor NCS-1 yang lebih tinggi. Peningkatan jumlah reseptor NCS-1 telah dikaitkan dengan risiko skizofrenia dan gangguan bipolar.

Studi lain dari tahun 2005 juga menemukan bahwa orang yang menunjukkan performa intelegensi terbaik pada tes matematika cenderung memiliki gangguan bipolar.

4. Skor tes IQ bisa naik turun

Fakta selanjurnya, skor tes kecerdasan Anda tidak akan selalu sama. Hasil tes IQ sangat mungkin berubah sejak pertama kali Anda ikut tes saat masih anak-anak.

Pasalnya, kecerdasan seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh riwayat akademis di sekolah, tapi juga dari pengalaman hidup dan bagaimana Anda bersosialisasi di tengah masyarakat.

Naik turunnya skor IQ juga dikaitkan dengan perubahan otak seiring bertambahnya usia. Otak pada anak-anak yang masih kecil belum berkembang sempurna, sehingga mungkin hasil tes IQ akan lebih rendah bila dibandingkan saat mereka tumbuh nanti.

Lalu, teori menurut Richard Nisbett, dosen psikologi di University of Michigan, IQ dapat berubah setiap saat. Dalam masyarakat modern, kemampuan otak pun bertambah sehingga sangat mungkin skor IQ meningkat 3 poin tiap 10 tahun sekali.

Apapun hasilnya, tes kecerdasan kognitif ini bukanlah penentu yang dapat memprediksi masa depan Anda. Sesungguhnya, karakter manusia lebih kompleks dari sekadar tingkat kecerdasan. Jadi, jangan biarkan hasil skor IQ menghalangi Anda untuk menggapai hidup sukses.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *