Fakta Seputar Tes IQ Yang Harus Kamu Tahu Sebelum Mengikuti Ujian

JABARESKPRES.COM – Melakukan tes IQ secara mandiri, saat ini sedang sangat digemari warganet, bila selama ini psikotes untuk menentukan besarnya IQ hanya dilakukan oleh lembaga profesional, maka kini sudah banyak link ujian tes IQ yang bisa dilakukan secara online. Namun ada beberapa fakta seputar tes IQ yang harus kamu ketahui sebelum kamu mengikuti tes IQ secara mandiri.

Hasil dari ujian tes IQ banyak dianggap sebagai ukuran mutlak untuk menilai tingkat kecerdasan seseorang. Atau sebagai penentu kesuksesan serta minat dan bakat. Padahal ujian tes IQ yang dilakukan secara online tidak bisa dijadikan patokan.

Dilansir dari Hellosehat.com, Tes Intelligent Quotient atau tes IQ merupakan penilaian untuk mengukur berbagai kemampuan kognitif seseorang. Hasil tes akan ditampilkan berupa skor sebagai ukuran kemampuan dan potensi intelektual yang dimiliki. Sampai saat ini, tes IQ masih menjadi salah satu tes psikologi yang paling sering dilakukan.

Tes IQ pertama kali dibuat oleh Alfred Binet, psikolog asal Prancis, pada awal abad ke-20. Bentuk tes aslinya, Stanford-Binet, masih digunakan sampai sekarang.

Kemudian, tes ini dikembangkan lagi oleh psikolog Charles Spearman dengan konsep kecerdasan secara keseluruhan atau kemampuan mental dalam melakukan berbagai tugas kognitif.

Beberapa aspek yang dinilai termasuk kemampuan berbahasa, matematika, penyimpanan memori, kecepatan dalam memproses atau mempelajari sesutatu, pemrosesan visual, serta kemampuan penalaran.

Berikut adalah tingkatan skor IQ:

69 ke bawah: Intellectual Disability (sangat rendah)
70-79: Borderline (batas fungsi intelektual)
80-89: Low Average (rata-rata rendah)
90-109: Average (rata-rata)
110-119: High Average (rata-rata tinggi)
120-129: Superior (di atas rata-rata)
130 ke atas: Very Superior (cerdas)
Skor IQ yang tinggi kerap dikaitkan dengan kemampuan akademis yang lebih tinggi. Orang-orang dengan IQ tinggi dianggap lebih mudah untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi di sekolah. Sementara itu, skor yang rendah dikaitkan dengan gangguan intelektual.

Fakta yang perlu diketahui sebelum melakukan tes IQ.

1. Tes IQ bukan satu-satunya penentu kecerdasan

Tes ini memang bisa memberikan gambaran mengenai kemampuan seseorang dalam bekerja atau mempelajari sesuatu. Namun, Anda tidak perlu sepenuhnya hanya mengandalkan tes IQ.

Sebab, tes ini hanya memperlihatkan kecerdasan dari segi kognitif. Sementara itu, kecerdasan tidak terbatas hanya soal logika saja, tetapi juga kreativitas, spiritual, empati, atau sosial. Hal-hal tersebut tidak bisa diukur dalam tes IQ.

Selain itu, sebuah studi membuktikan bahwa latar belakang peserta tes dapat memengaruhi hasil tes IQ. Orang-orang yang sering bermain gim komputer cenderung mendapatkan skor yang lebih tinggi pada tes penalaran dan memori jangka pendek. Sementara peserta tes yang memiliki masalah kecemasan memiliki hasil tes memori jangka pendek yang lebih rendah.

Ditambah lagi, kompleksitas otak manusia pada masa kini telah berevolusi. Persoalan dalam tes IQ yang dibuat pada dulu kala mungkin kini kurang relevan.

2. Skor IQ tidak mencerminkan siapa diri Anda sebenarnya

Ada orang-orang yang ber-IQ tinggi seperti Einstein, Stephen Hawking, hingga Terence Tao yang memang sukses dan dikenal dunia. Namun, skor IQ tinggi bukan jaminan bahwa seseorang pasti lebih cerdas, bahagia, waras, dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *