Terlebih, komunitas pengemudi si kuda besi pun bisa aman di jalanan, asalkan tidak neko-neko. Seperti melakukan ‘triggered’ yang mengundang perselisihan antara pengguna jalan lain.
Hal itulah, kata Gep, yang dapat menjaga kondusifitas saat berkendara. Begitupun klub motor Street Ninja, mewanti-wanti para anggotanya tidak berperilaku yang menganggu masyarakat.
Sementara itu untuk pemerintah, dirinya mengharapkan kepastian soal jam malam. “Misal, sampai jam 12 malam kami nongkrongnya. Oke, kami ikuti. Tapi kalau sebelum jam 12 malam dibubarkan, jadi pertanyaan juga.”
Baca Juga:Warga Dago Elos Didera Putusan PKPesan Ridwan Kamil pada Sungai Aare: Aku Titipkan Jasad Anak Kami Kepadamu
Adapun sweeping memang harus tetap digencarkan kepolisian. Dia menyebut, berguna untuk memeriksa barang-barang yang dibawa komunitas. Termasuk mengantisipasi dibawanya senjata tajam.
“Jadi kalau seperti itu, polisi bisa menjalankan tugas dan pemerintah pun bisa mengurangi tingkat kriminalitas,” katanya.
“Dan di sisi lain pun, anak-anak komunitas bisa berekspresi lebih kreatif menjalankan hobinya,” pungkasnya.
