Ruang Nomor 1046: Kisah Pembunuhan yang hingga Sekarang Tak Terpecahkan

Ruang Nomor 1046: Kisah Pembunuhan yang Hingga Sekarang Tak Terpecahkan
Ruang Nomor 1046: Kisah Pembunuhan yang Hingga Sekarang Tak Terpecahkan. (Ilustrasi: Ist.)
0 Komentar

Soptic kemudian melakukan panggilan lewat telepon untuk menghubungi Owen. Jawaban Owen adalah sebagai berikut: “Tidak. Aku tidak lapar. Aku baru saja sarapan.”

Soptic kemudian datang kembali pada pukul empat sore untuk mengirimkan handuk bersih. Saat dia tiba, dia mendengar suara dua orang laki-laki di dalam ruangan. Soptic kemudian mengetuk pintu dan lalu mendengar suara kasar, “Siapa?”

Soptic kemudian menjelaskan bahwa ia hendak memberikan handuk bersih dan peralatan lainnya. Seorang laki-laki kemudian menjawab, “Kami tidak membutuhkan itu.” Padahal, sama sekali tidak ada handuk di dalam ruangan.

Baca Juga:Batu Kuda: Tempat Eksotis Menyimpan Cerita MistisKota Bandung Kehabisan Stok Vaksin Booster

Sepanjang malam, seorang perempuan yang menginap di kamar bernomor 1048 bersaksi bahwa dirinya mendengar suara kencang. Suara laki-laki dan perempuan. Suara tersebut terdengar memekik di lantai yang sama.

Pada saat itu, kamar hotel bernomor 1055 mengadakan suatu pesta. Hal misterius sebentar lagi akan dimulai….

Pagi berikutnya, tanggal 4 Januari, pukul tujuh pagi, operator panggilan hotel menemukan bahwa telepon di kamar Owen telah nonaktif, tanpa digunakan.

Lalu, Randolph Propst, pelayan hotel, ditugaskan untuk mengecek kamar bernomor 1046 itu. Saat tiba di tempat, Propst mendapati kamar tersebut terkunci dan di sana menggantung cacatan berisi, “Jangan mengganggu”

Propst kemudian mengetuk pintu dan mendengar suara rendah dari dalam ruang berkata, “Masuklah…. Nyalakanlah lampu-lampu.” Namun, pintu kamar itu masih terkunci. Dan tidak ada satu pun orang dari dalam ruang membukakan pintu.

Propst kemudian mengetuk pintu kembali seraya berkata, “Taruh kembali telepon ke gagangnya!” Propst menyangka kalau Owen sedang mabuk.

Sekitar pukul 8.30 malam, sudah satu jam lebih, telepon di kamar Owen masih saja terkait. Dan pelayan hotel lain bernama Harold Pike, mengecek kembali kamar tersebut.

Baca Juga:Satu Tahun Terakhir, Pengaduan Kasus Rentenir Meningkat 27 PersenAnalis Proyeksikan Pencapaian BRI Group Semakin Mengkilap di Akhir Tahun 2022

Pike bisa memasuki kamar dan mendapati bahwa Owen masih terbaring tanpa menggunakan pakaian dan tampak mabuk. Kembali, saat itu kamar tersebut hanya gelap. Pike kemudian membetulkan posisi telepon di kamar tersebut kembali seperti semula.

Pada pukul 10.30 sampai 10.45 pagi, telepon kembali terlepas dari posisi normalnya. Pihak hotel kemudian kembali memerintahkan Propst untuk mengecek kamar tersebut.

0 Komentar