Khutbah Jumat Menyambut Tahun Baru Islam 1444 H, Semangat Hijrah di Bulan Muharram

Jabarekspres.com- Tahun Baru Islam nampak didepan mata. Umat Islam seluruh dunia bersuka cita akan kehadiran tahun baru Islam ini. untuk menyambut Muharram khutbah Jumat harus diisi tentang tema Muharram atau tahun baru Islam. Berikut adalah contoh khutbah Jumat tentang Bulan Muharram.

Khutbah jumat kali ini akan membahas tentang semangat hijrah dalam memasuki tahun baru Islam.

Khutbah Jumat ini dikutip langsung dari laman unida.gontor.ac.id dan disusun oleh M. Taufiq Affandi, S.H.I., M.Sc.

Nah, Bagi Anda yang ditugaskan untuk menjadi khotib Jumat, berikut adalah contoh teks Khutbah Jumat mengenai Tahun Baru Islam.

 

Khutbah Jumat Muharram

Khutbah Pertama

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

 

وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

 

أما بعدُ فيا عباد الله أوصيكم وإيّاي نفسي بتقوى الله حقّ تقاته فقد فاز المتقون.

 

Amma ba’du …

 

Jamaah Shalat Jumat yang dirahmati Allah SWT

 

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam. Itulah nikmat terbesar yang Allah karuniakan kepada hamba-Nya. Semoga kita selalu berada dalam keadaan Iman dan Islam hingga akhir hayat kita.

 

Dan marilah kita bersama perkuat ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

 

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”

 

(QS. Ali Imran: 102)

 

Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, yang menjadi panutan kita dan tiap sunnahnya selalu kita teladani…

 

 

Ma’asyirol muslimin rahimakumullah …

 

Dalam khutbah kali ini, kita akan melihat bagaimanakah spirit hijrah dalam memasuki tahun baru hijriah ini mendorong kita pada semangat perubahan.

Allah SWT berfirman,

 

اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ

 

Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.

 

Ayat diatas merupakan sebuah petunjuk yang sangat jelas dari Allah, bahwa suatu perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri. Tentunya perubahan yang dimaksud adalah perubahan menuju arah kebaikan, bukan malah sebaliknya perubahan ke arah keburukan.

 

Allah telah berfirman dalam surat Al-Balad ayat 8-10

 

اَلَمْ نَجْعَلْ لَّه عَيْنَيْنِۙ

 

وَلِسَانًا وَّشَفَتَيْنِۙ

 

وَهَدَيْنٰهُ النَّجْدَيْنِۙ

 

Artinya: Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata, dan lidah dan sepasang bibir? Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan)

 

Berubah untuk menjadi baik memang tidak mudah. Ayat di atas dilanjutkan dengan ayat berikutnya, dimana Allah berfirman

 

فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ

 

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْعَقَبَةُ ۗ

 

فَكُّ رَقَبَةٍۙ

 

اَوْ اِطْعَامٌ فِيْ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍۙ

 

يَّتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍۙ

 

اَوْ مِسْكِيْنًا ذَا مَتْرَبَةٍۗ

 

ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِۗ

 

 

 

Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu? (yaitu) melepaskan perbudakan (hamba sahaya), atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir. Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. (Al-Balad 11-17)

 

Perhatikan bagaimana dalam ayat di atas, memilih jalan baik diumpakan dengan “menempuh jalan yang mendaki dan sukar”

 

Dalam ayat lain, Allah berfirman:

 

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ

 

Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,

 

Dalam tafsir Ibn Katsir, kata “kabiirah” dijelaskan maknanya sebagai “masyaqqah tsaqiilah” atau sesuatu kesulitan yang sangat berat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.