#JanganPercayaACT Trending Soal Penyelewengan Dana Umat, Berikut Nama-Nama Petinggi ACT

Editor:

JAKARTAACT atau Aksi Cepat Tanggap tengah jadi sorotan lewat tagar #JanganPercayaACT setelah laporan yang telah dipublikasi majalah Tempo berjudul ”Kantong Bocor Dana Umat’.

Dalam pemberitaan yang terbit pada Sabtu, 2 Juli 2022 itu, ACT diduga melakukan penyelewengan dana sumbangan yang dikumpulkan.

Hal itu membuat tagar #JanganPercayaACT trending di media sosial khususnya di Twitter.

Uang-uang sumbangan dari masyarakat itu diduga dijadikan bancakan oleh para petinggi dan elite ACT.

Akibatnya, ACT saat ini disebut-sebut tengah dalam kondisi

Dilansir dari laman ACT, Aksi Cepat Tanggap (ACT) didirikan pada 21 April 2005 silam dan fokus pada kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Selain itu, ACT juga fokus pada penanggulangan bencana sampai pasca bencana.

Aksi Cepat Tanggap atau ACT pertama kali melakukan aksi kemanusiaan di Liwa, Lampung Barat saat gempa bumi pada 1994.

Sejak didirikan, ACT mengalami perkembangan sangat pesat.

Pada 2012, ACT Bahkan sejak 2012, ACT melebarkan sayapnya menjadi lembaga kemanusiaan global dengan berbagai kegiatan atau program di luar negeri.

ACT disebut sudah menjangkau puluhan negara di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Indocina, Timur Tengah hingga Eropa.

Salah satu kampanye kemanusiaan yang selalu digembor-gemborkan adalah membantu rakyat Palestina.

Aksi Cepat Tanggap atau ACT juga tak lepas dari sosok Ahyudin yang tidak lain adalah pendiri atau founder ACT.

Sejak saat itu, Ahyudin jadi pimpinan tertinggi ACT. Ia tercatat jadi Presiden ACT dan tak tergantikan selama 13 tahun lamanya.

Tahun terakhir Ahyudin jadi Presiden ACT adalah pada 2019.

Setelah itu, Ahyudin digantikan oleh Ibnu Khajar sementara dirinya menduduki posisi Ketua Dewan Pembina.

Namun belakangan Ahyudin ternyata sudah hengkang dari ACT sejak awal 2022 lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.