PMK Tak Menular ke Manusia, Dagingnya Masih Bisa Dikonsumsi Asal…

TANGERANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menegaskan, penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sedang mewabah di daerahnya tidak menular kepada manusia.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner DPKP Kabupaten Tangerang, Hustri Windayani mengatakan, wabah PMK bukanlah penyakit Zoonosis dan tidak akan menular dari hewan ke manusia.

“Bukan penyakit Zoonosis, bukan penyakit yang bisa ditularkan ke manusia dari hewan,” kata Hustri, Senin (13/6).

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau tidak perlu ada kepanikan di tengah masyarakat. Bahkan, imbuhnya, daging sapi yang terjangkit PMK masih bisa dikonsumsi.

“Untuk daging sapi yang terkena PMK masih aman untuk dikonsumsi manusia asal dimasak dengan baik,” ucapnya.

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena bukan penyakit Zoonosis,” sambungnya

Sementara, dari hasil pendataan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP)  Kabupaten Tangerang tercatat sudah ada 221 ekor hewan ternak di wilayahnya yang terindikasi PMK.

Dari 221 hewan ternak yang suspect itu 46 ekor diantaranya sudah dinyatakan positif PMK dan saat ini sedang dilakukan pengobatan oleh pihak DPKP.

“Sudah ada ada 221 ekor hewan ternak yang tertular PMK,” kata Hustri saat dikonfirmasi wartawan

Ratusan hewan ternak yang dinyatakan suspect dan positif PMK itu tersebar di 13 kecamatan.

Dengan rincian, wilayah kecamatan Curug 6 ekor, Panongan 7 ekor, Sepatan timur 1 ekor, Pagedangan sebanyak 81 ekor, Kelapa Dua 26 ekor, Solear ada 11 ekor, Cisoka 11 ekor, Rajeg 6 ekor, Cikupa 12 ekor, dan Legok 1 ekor.

Menurut Hustri, meluasnya wabah PMK di Kabupaten Tangerang disebabkan tingkat penularan penyakit ini sangat cepat hingga di atas 90 persen.

Bahkan, wabah PMK di wilayahnya sudah mulai menular ke hewan-hewan ternak lokal milik warga setempat.

“Sekarang ternak lokal sudah mulai kena, sapi kerbau kambing campur semua, kalau awal-awal ketemu hanya hewan dari luar tapi sekarang yang ternak lokal sudah mulai kena,” tukasnya (Fin-red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan