oleh

Curi Star Koalisi

Ambisi menangkan pemilu 2024 tak terbendung lagi. Curi star untuk meramu strategi lebih matang. Ogah retak seperti sebelumnya. Tergabung dalam bingkai Koalisi Indonesia Bersatu. Filosifinya pun cukup dalam; Golkar melambangkan beringin (bersatu), PAN matahari (surya alam), dan PPP Kabah (Baitullah). Secara presidential threshold, ketiga partai ini telah mencapai syarat; 148 (digabungkan) dari 115 kursi di DPR.

 

TIGA pucuk pimpinan parpol menggelar pertemuan di Rumah Heritage, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/5) malam. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Usai pertemuan, sang inisiator — Airlangga mengisyaratkan koalisi antara para ketua umum partai politik tersebut. Adapun nama koalisinya adalah Koalisi Bertiga Bersatu. ”Kita ini bertiga dan bersatu. InsyaAllah 2024 bareng,’’ ungkap Airlangga.

Menko Perekonomian itu menyebut, koalisi ini bukan hanya membidik setingkat Pilpres saja. Melainkan hingga Pilkada. ”Jadi kerja sama tiga partai ini mulai dari nasional, provinsi, kabupaten, kota dan kita mulai menyamakan program dan nanti,’’ kata dia.

”Tentunya kita akan bekerja sama ke depan untuk mengawal agenda-agenda politik ke depan. Termasuk dalam pemilu nanti di 2024,’’ tambah Airlangga Hartarto.

Ketua partai beringin ini pun memberikan perintah kepada anak buahnya agar bekerja sama dengan PAN dan PPP di tingkat daerah. Ia berharap, ketiga parpol bisa mendorong persatuan bangsa dan hindarkan politik identitas.

”Kami secara khusus dari Partai Golkar, meminta dan menginstruksikan kepada seluruh jajaran partai Golkar, baik tingkat provinsi, kabupaten, kota untuk menindaklanjuti pertemuan ini, dengan juga kerjasama dengan PAN dan PPP. Semoga kerja sama ini mendapatkan ridho Allah SWT,’’ ucapnya.

Di mimbar yang sama, Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa mengatakan, kerja sama lebih awal dibangun untuk memperkuat kebersamaan tiga partai politik.

”Kita ingin menunjukkan sebuah kerja sama yang jauh lebih awal dan lebih cantik itu antar sesama parpol untuk saling mengisi dan untuk saling memperkuat kebersamaan hal-hal yang sama itu bagaimana,’’ ujar Suharso.

 

Suharso pun sepakat untuk menghilangkan perpecahan yang terbawa dari Pemilu sebelumnya. Meski koalisi dibangun lebih dini, dia memastikan, tidak menganggu pemerintahan yang tengah didukung oleh Golkar, PPP dan PAN.

 

”Kami ingin memastikan seluruh perjalanan pertanggung jawaban yang harus diemban pemerintah masa kita harus selesai dengan tuntas dan dengan baik melahirkan legacy-legacy bagi rakyat dan bangsa sampai dengan masa jabatan 2024 ini. Dan tentu banyak hal yang baik dan bagus yang patut unt

uk dilanjutkan di masa yang akan datang,’’ tegas Suharso.

Sementara itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan, koalisi yang dijajaki oleh PAN bersama Partai Golkar dan PPP adalah koalisi gagasan. Ia menjelaskan, koalisi gagasan yang ia maksud adalah koalisi yang berniat membantu Indonesia dengan pikiran, nilai, semangat, dan impian-impian besar.

”Kami sepaka

t membangun koalisi gagasan. Koalisi untuk membangun Indonesia dengan pikiran, dengan nilai, dengan semangat, dan impian-impian besar. Tentu untuk mewujudkannya perlu kebersamaan,’’ kata Zulkifli.

Pria yang akrab disapa Zulhas itu menuturkan, Indonesia adalah yang besar sehingga upaya dalam melaksanakan amanat proklamasi dan reformasi tak bisa dikerjakan sendirian. Ia mengatakan, upaya itu harus dilakukan bersama-sama, bergotong royong atau bekerja secara kolektif untuk mencapai tujuan yang besar sesuai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

”Semangat kebersamaan ini penting untuk Indonesia hari ini. Semangat bersatu dan bergandengan tangan. Kita harus menghindari perpecahan, apalagi permusuhan yang saling meniadakan,’’ kata Zulhas

Terpisah, pengamat politik Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menyatakan pertemuan antara tiga ketua umum partai politik, Golkar, PAN dan PPP merupakan kode keras menuju koalisi Pemilu 2024. Ketiga partai ingin muncul memberikan alternatif pilihan pada Pilpres ke depan.

”Ini merupakan kode keras koalisi. Meski tidak disampaikan secara eksplisit namun publik sudah bisa membaca ke arah sana,’’ kata Adi.

Dosen UIN Jakarta ini menilai partai Golkar sendiri terlihat tampil sebagai partai tengah yang mampu membangun koalisi Nasionalis-Religius, dengan PAN dan PPP. Adi mencontohkan, hambatan psikologis yang dihadapi jika PDIP berkoalisi dengan PKS atau jika Gerindra berkoalisi dengan Nasdem.

”Relatively, Golkar itu paling mudah diterima oleh partai-partai lain saat ini. Inilah kelebihan Golkar dibandingkan partai lain. Golkar tidak memiliki hambatan itu. Bahkan Ketum Golkar, Airlangga Hartarto, bisa diterima oleh semua partai,’’ ucap pengamat politik dan peneliti LIPI tersebut.

Lebih lanjut, Adi menuturkan, jika Koalisi Indonesia Bersatu ini terbentuk maka telah memenuhi persyaratan ambang batas untuk mengajukan calon presiden atau Presidential Threshold seperti disyaratkan dalam pasal 222 Undang-Undang Pemilu.

Koalisi ketiga partai ini, Golkar, PAN dan PPP sudah mencapai syarat ambang batas presidential threshold sebesar 115 kursi di DPR sebab gabungan ketiga partai itu sudah mencapai 148 kursi. ”Bahkan tidak tertutup kemungkinan akan ada partai lain yang bisa tergabung dalam koalisi yang dibangun oleh Golkar, PAN dan PPP ini,” ujar Adi.

Ia menilai, sosok Airlangga yang cair dan bisa diterima oleh semua partai ini juga makin meneguhkan dirinya sebagai sosok yang sangat kuat di internal Golkar. Adi tidak melihat ada sosok lain di Golkar yang memiliki elektabilitas lebih tinggi dari Airlangga, sehingga Menko Perekonomian ini sangat layak diajukan sebagai capres dari koalisi tersebut.

”Selain itu, isu-isu pendongkelan yang coba dilakukan oleh segelintir internal Golkar saat ini sudah tidak relevan lagi. Terbukti, Airlangga tidak hanya mampu mengkonsolidasikan kader-kader internal, namun ia juga mampu mengkonsolidasikan diri dengan ketum partai lain. Ini sangat strategis,” tambah Adi.

Selain itu posisi Golkar dan Airlangga yang sangat konsisten dalam mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo juga menjadi kelebihan lainnya. Hal ini sangat berbeda dengan partai pendukung koalisi pemerintahan lainnya yang menurut Adi sering kali mengkritisi pemerintah.

”Golkar dan Airlangga tidak pernah cacat di mata Jokowi, karena terbukti semua kebijakan Jokowi terus didukung dan diakomodir dengan baik oleh Golkar dan Airlangga. Dalam pernyataannya kemarin, Airlangga juga mampu mengkonsolidasikan PAN dan PPP untuk tetap berada di belakang Jokowi,” pungkas Adi.(bbs/win)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga