Jabarekspres.com – Kasus hepatitis misterius pada anak anak telah menyebar di seluruh dunia, kini para peneliti pun sedang menyelidiki penyebabnya.
Umumnya hepatitis dikenal dengan hepatitis A, B, C, D, dan E. Hepatitis akut misterius jenis terbaru yang memunculkan gejala sama seperti hepatitis dan sakit kuning pada umumnya, belum diketahui apa penyebab dan penularannya.
Apalagi hepatitis akut misterius kali ini terjadi pada anak. Sehingga peneliti memerlukan upaya ilmiah dan klinis untuk mengumpulkan data yang tersedia saat ini.
Baca Juga:Ini 3 Penyebab Kemacetan Parah di Puncak Bogor saat Libur Lebaran 2022Anak Berusia 7 Tahun Tewas Tenggelam di Waterboom
Dilansir dari Emergency Live, Kamis (5/4), istilah hepatitis virus mengacu pada peradangan hati yang disebabkan oleh virus yang dapat bereplikasi di hati.
Beberapa virus, seperti cytomegalovirus dan virus mononucleosis, menyebabkan hepatitis sebagai bagian dari infeksi umum tubuh, sementara lima virus menargetkan hati sebagai prioritas: HAV, HBV, HCV, HDV dan HEV.
Perjalanan hepatitis virus berbeda tergantung pada virus yang terlibat dan karakteristik pasien. Semua virus menyebabkan hepatitis akut, seringkali tanpa gejala dan durasinya relatif singkat (4-6 minggu).
Dalam proporsi yang bervariasi, infeksi virus B, C dan D dapat menjadi kronis, yang terjadi ketika hepatitis akut berlangsung lebih dari 6 bulan.
Hepatitis A hanya terjadi dalam bentuk akut. Hepatitis E biasanya terjadi dalam bentuk hiperakut.
Hepatitis D (delta) memiliki biologi khusus. Hepatitis B, C, dan D dapat berkembang menjadi sirosis dan kanker hati. Itulah sebabnya pengenalan dini terhadap infeksi membantu mencegah komplikasi ini.
Saat ini belum ada informasi pasti mengenai hepatitis akut misterius tersebut, terutama mengenai asal-usul penyakit ini. Dari gejala yang diamati, hipotesis bahwa itu adalah mirip gejalanya dengan hepatitis pada umumnya. Tetapi data yang ada tak cukup mendukung.
Baca Juga:Penumpang Kereta Api Lokal Melonjak pada Lebaran Idul Fitri 2022Arus Balik Lebaran, PT KAI Daop 2 Catat 18 Ribu Pemudik dari Arah timur akan Kembali ke Kota Bandung
CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) di Atlanta terus mengumpulkan dan menganalisis data ilmiah untuk menemukan jawaban sesegera mungkin. Akan tetapi para ilmuwan sedang menjajaki kemungkinan bahwa adenovirus mungkin bertanggung jawab sebagai penyebabnya.
Adenovirus sering terjadi, tetapi biasanya tidak terkait dengan hepatitis pada anak-anak yang sehat. Akan tetapi kali ini, anak yanh sehat pun ikut tertular.
