Airlangga Hartarto Siapkan Strategi untuk Kembangkan Industri Halal Berbasis Ekonomi Syariah

BANDUNG – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, Indosnesia adalah negara yang mampu bertahan terhadap tekanan inflasi global sejak adanya Pandemi Covid-19 sampai saat ini.

Menurut Menko Airlangga Hartarto tingkat inflasi Indonesia sendiri pada Februari 2022 tercatat hanya menyentuh 2,06 persen (yoy). Anggaka ini masih terbilang rendah dan Inflasi cukup terkendali.

Kendati begitu, capain ini harus diimbangi dengan strategi untuk terus menekan inflasi diberbagai komponen. Khususnya pada persediaan bahan kebutuhan pokok.

Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai skema kebijakan untuk terus menggenjot pemulihan ekonomi nasional.

Di bidang ekonomi syariah pemerintah juga memberikan perhatian khusus dengan mendorong pertumbuhan industry halal di Indonesia.

Airlangga Hartarto menilai, ekonomi syariah dan industri halal di Indonesia memiliki potensi sangat besar jika terus dikembangkan dan didorong oleh pemerintah.

Beberapa kebijakan untuk mendukung berkembangnya ekonomi syariah dan industri halal adalah memberikan stimulus melalui penguatan ekosistem halal value chain.

Pemerintah memberikan berbagai program bantuan untuk pengembangan sector di bidang pengelolaan pertanian yang terintegrasi dengan kuliner halal dan busana muslim.

Pemerintah juga akan membantu para pelaku UMKM agar memiliki sertifikasi halal dengan prosedur yang cepat.

Selain itu, ada perluasan penyaluran Cash-Waqf Linked Sukuk (CWLS) sebagai bentuk penerapan pembiayaan kreatif syariah, serta implementasi layanan syariah BP JAMSOSTEK.

Airlangga Hartarto memaparkan, jika melihat perkembangan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah berada di jalaur yang benar.

Ke depan lanjut Airlangga, pemulihan akan bertumpu pada transisi pandemi menjadi endemic dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi secara global sebesar 4.4 persen.

‘’Sedangkan Indonesia pada 2022 sebesar 5,2 persen (yoy),’’ cetus Airlangga.

Selain ekonomi syariah, Indonesia juga tengah merasakan pertumbuhan ekonomi digital. Hal ini didorong karena terjadinya pergeseran perilaku masyarakat ke platform digital.

“Oleh karena itu, dukungan untuk pengembangan ekosistem ekonomi digital untuk mendorong produktivitas masyarakat juga akan terus dilakukan,” tegas Menko Airlangga.

Pemerintah sudah menerapkan berbagai strategi untuk mendukung ekonomi digital. Antara lain melalui Kartu Prakerja, Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan